Press "Enter" to skip to content

Wahai, Para Suami.. Seperkasa dan Segagah Apa Pun Kamu, Tetap Butuh Pelukan Istri. Benar Kan?

Ayo Bagikan:

INDAHNYA PELUKAN ISTRI

Tidak ada tempat dan suasana indah seindah dalam pelukan istri.

Pelukan istri sangat menyenangkan. Pelukan itu seoalh menggerakan hormone-hormon yang mendatangakan kesenangan, sehingga menciptakan suasana menyeanngkan. Ada suasan indah yang tercipta. Keindahan itu jauh lebih indah dari menikmati tempat-tempat indah di manapun.

https://www.instagram.com/nuramirah11/

Pelukan istri memberikan ketenangan. Kegelisahan luruh. Ketakutan lenyap. Pelukan itu memberi kesimpulan bagaimana istri akan selalu bersama melewati segala keadaan. Dan pelukan itu menggambarkan betapa wanita yang biasanya dianggap lemah itu adalah sosok yang kuat , yang sanggup mengatasi berbagai persoalan. Pelukan istri itu seakan jaminan penyertaan yang luarbiasa.

Pelukan istri memberi kelegaan. Dalam pelukan itu perasaan diterima dan dihargai. Perasaan gagal yang seringkali muncul , sirna begitu pelukan itu menenggelamkan ku. Perasaan letih karena perjuangan hidup diganti perasaan lega, perasaan istirahat yang nyaman.

Pelukan istri memberi kekuatan. Karena pelukan itu memberikan kesenangan, ketenangan, dan kelegaan, maka kemudian juga memberi kekuatan. Pelukan itu memberi semangat untuk memulai lagi kehidupan.

Pertanyaan yang mungkin muncul : Apakah pelukan setiap istri bisa memberi dampak demikian? Mestinya ya, tetapi kenyataan tidak.

google image

Mengapa ?

Pertama, sebab ada istri-istri yang enggan memeluk suaminya, dan ada suami-suami yang enggan dipeluk istrinya.

Ke dua, pelukan seringkali berkaitan dengan aktivitas seksual. Dan aktivitas seksual yang dilakukanpun hanya berkisar kenikmatan syaraf-syarat alat kelamin, bukan berkaitan dengan kenikmatan jiwa.

Bagaimana pelukan istri bisa memberi keindahan?

Kesatuan nilai-nilai

Pelukan istri bisa memberi keindahan jika suami istri memiliki nilai-nilai hidup yang sama. Untuk apa hidup dan bagaimana menjalani hidup haruslah sama.

Untuk apa hidup. Kesatuan suami isteri akan mendalam bila suami istri setuju bahwa hidup adalah untuk beribadah. Hidup adalah untuk mengasihi Allah. Dengan demikian segala persoalan akan didasarkan dan dievaluasi dengan hal ini. Ketika keputusan-keputusan diambil dan persoalan-persoalan dinilai akan didasarkan pada tujuan hidup, apakah hal tersebut memuliakan Allah. Ke  duanya akan sama-sama bersukacita menerima keputusan dan evaluasi yang diambil.

Bagaimana hidup ke duanya sepakat bahwa ketaatan kepada Allah adalah nilai dasar untuk hidup. Tentang menata uang, mereka mendasarkan pada aturan Allah. Ketika mengatur relasi-relasi dengan teman atau keluarga, mereka akan membuat aturan berdasar aturan Allah. Dalam mengatur kesenangan-kesenagan juga diatur oleh aturan Allah. Mendidik anakpun demikian.

gambar hanya ilustrasi. diambil dari google

Dengan demikian, suami istri menyempitkan potensi konflik dan menjalani hidup dengan gerak yang seirama.

Dengan nilai-nilai hidup yang sama, mereka juga akan menikmati buah-buah indah dalam kehidupan. Menikmati bersama bagaimana kehadiran Allah dalam hidup mereka : bagaimana Allah menjawab doa-doa, bagaimana Allah menuntun hidup, bagaimana Allah menyelesaikan persoalan-persoalan.

Suami isteri menikmati bagaimana kehidupan mereka ditopang oleh tangan kuat. Dan ini sangat menyatukan. Intervensi ilahi membuat banyak persoalan hidup terpecaahkan, sehingga suami isteri bisa menikmati keindahan relasi mereka. Inilah kunci mengapa pelukan isteri bisa demikian indah.

Saling mengasihi
Bukan hanya perasaan sayang yang menyala-nyala, tetapi kasih. Kasih berarti kerelaan untuk mengutamakan pasangannya. Saling berpikir bagaimana pasangannya mendapat sukacita.

Apa saja yang dilakukan dalam mengasihi ?

Kerelaan mendengarkan. Pasangan perlu saling mendengarkan. Mendengarkan apa yang diinginkan pasangannya. Mendengarkan apa yang dirasakan pasangannya. Ini tidak mudah. Seringkali membuat menangis. Apalagi ketika perasaan itu berisi hal-hal yang melukai pasangannya.

Misalkan, istri bercerita dia tidak suka atau  marah dengan cara relasi suami denngan teman kantor. Suami yang tidak mau mendengarkan apa yagn dirasakan apa yang dirasakan istri akan meledak. Akan mengatakan ini pertemanan biasa, mengapa kamu bisa berpikir begitu. Tetapi suami yang mau mendengarkan istri, dia akan mendengarkan apa yang dikatakan istri dan akan menyelami apa yang dirasakannya. Dan kalau suami mengutamakan istri, maka dia akan menata relasi itu, bukan karena relasi itu salah, tetapi karena dia menyayangi istrinya.

Untuk sampai pada tahap itu, sang suami tentu menjalani proses yang tidak mudah. Tidak mudah untuk langsung menjadi orang yang mau mendengar dan mengutamakan apa yagn dirasakan istri. Untuk proses itu banyak air mata.

Kerelaan untuk menerima dan menghargai. Menerima pasagan penting tapi tidak mudah. Menerima hal-hal yang negatif , apalagi ketika yang negatif itu melukainya.

Misal, seorang suami yang melankolik. Dia banyak berprasangka dan berpikir negatif.  Suami akan mudah berprasangka kepada istrinya. Proses untuk merdeka dari prasangka suami tidak akan berjalan mudah, dan istri akan terkena pukulan prasangka ini berkali-kali. Karena itu proses untuk menerma kelemahan suami oleh istri akan melewati banyak kesulitan. Istri akan banyak menangis. Namun saat istri bisa menerima sikap negatif ini, suami juga akan tertolong untuk bertumbuh dari prasangka menjadi makin murni.

Kerelaan untuk mengutamakan kesenangan. Suami atau istri memiliki kesenangan sendiri-sendiri. Apa yang dimakan, tempat yang dikunjungi, music yang didengar, dll, khas untuk suami atau isteri. Suami yang mengasihi isterinya akan berusaha menyediakan hal-hal itu bagi istrinya. Dia tidak harus menikmatinya, tetapi dia senang ketika istrinya menikmatinya. Sukacitanya adalah karena pasanganya berbahagia.

Memberikan apa yang menyenangkan pasangan tentu membutuhkan pengorbanan. Karena sifat dasar manusia adalah mencari kesenangan sendiri, maka hal ini membutuhkan perjuangan. Jika perjuangan ini terus dijalani, maka pasangan suami isteri akan menikmati keindahan dalam relasi.
Kerelaan untuk ekslusif dengan pasangan.

Salah satu bentuk mengasihi adalah keputusan untuk eksklusif dengan pasangan. Suami atau isteri harus memutuskan bahwa di dunia ini tidak ada orang yang lebih dekat dengannya. Hanya pasangannya yang terdekat.

Mereka telah dijadikan satu oleh berkat Allah, dan kesatuan itu seperti dua kertas yang disatukan dengan lem. Tidak lagi bisa dipisahkan.

Karena itu suami atau istri menunjukkan bahwa pasangannya adalah orang terdekat dan terpenting. Tidak ada relasi lain yang lebih ekslusif, termasuk di dalamnya anak, orang tua, juga teman-teman.

Ini tidak berarti masing-masing tidak boleh punya relasi dengan orang lain. Relasi-relasi tetap perlu ada. Dan pasangan yang makin dewasa, tentu akan memberi kesempatan untuk masing-masing berelasi.. Akan tetapi relasi dengan passangan tetap lebih tinggi dibanding relasi lainnya.

Prioritas ini bukan hanya dalam kuantitas waktu tetapi juga dalam nilai kepentingannya. Misalkan seorang suami mengatakan kepada istrinya, selama 355 hari dalam setahun aku telah mengutamakanmu, aku telah bersama denganmu siang dan malam, sekarang ijinkan aku 5 hari saja pergi dengan teman-temanku. Sikap seperti ini tentu tidak tepat. Karena bisa saja yang 5 hari itu bagian yang tidak menyenangkan pasangannya. Kapan saja pasangan mengatakan jangan, maka dia akan memprioritaskannya.

Apakah ini bukan sesuatu yang ekstrim? Relasi suami isteri memang ekstrim. Kesatuan itu sedemikian rupa sehingga dikatakan satu tubuh, bukan lagi dua. Karena itu proses untuk untuk mengalaminya akan membutuhkan banyak perjuangan., dan jatuh bangun.

Dan dalam kedewasaan kesatuan itu tentu masing-masing akan memberi ruang untuk relasi dengan yang lain. Akan tetapi tetap perlu diingat, jangan sampai kelonggaran ini membuat tuntutan yang membuat eksklusivitas itu menjadi rusak. Eksklusivitas itu mencakup segala hal kehidupan. Juga dalam waktu dan nilainya.

Jika eksklusivitas itu terjadi, maka pasangan akan menikmati keindahan relasi mereka.

curhatan istri

Kekuatan istri

Pria pertama menikmati pelukan adalah pelukan ibunya. Kekuatan pelukan ibu itu begitu kuat. Karena itu banyak pria-pria hebat dan sudah berusia, ingin pulang untuk mendapat pelukan ibunya.

Akan tetapi setiap pria yang telah menjadi suami, perlu ingat bahwa Tuhan sudah menyediakan pelukan lain , yaitu pelukan istrinya. Dan Tuhan telah menyediakan pelukan ini sebagai pengganti pelukan ibu, bahkan lebih indah dari pelukan ibu.

Semula seorang anak bersatu dengan ibu, lalu dipisahkan. Dengan istri, dulu pisah, kini disatukan. Dan kesatuan ini diharapkah sampai dipanggil Tuhan, karenanya pelukan istri lebih penting dan lebih bernilai dari pelukan ibu. Pelukan inilah yang akan mengantarkannya ke dalam kekekalan, sementara pelukan ibu adalah pelukan yang menghantarkanya hadir di dunia.

Karena itu setiap suami sewajarnya membutuhkan pelukan istrinya.  Sebagaiman dulu pelukan ibunya memberikan rasa aman, diterima, dihargai, dan disayang, demikian juga pelukan istri memberkan hal tersebut. Kalau pelukan ibu memberikan rasa aman ketika hadir di dunia yang asing. Pelukan yang menghantarkannya menjadi pribadi yang bisa menyongsong dunia, maka pelaukan istri adalah pelukan yang memberi keamanan dan ketenangan di tengah tekanan dunia. Pelukan istri adalah tempat indah di tengah kepalsuan keindahan dunia.

Pelukan istri adalah rumah istirahat dari rasa capai di tengah perjuangan dunia. Pelukan istri adalah tempat terapi dari rasa gagal dan ketakutan. Pelukan istri adalah oase yang memberi kesegaran untuk berjuang lagi.

Wanita diciptakan dengan kekuatannya sendiri. Pria memiliki kekuatannya sendiri. Tetapi pria-pria yang kuat juga punya kelemahan. Banyak pria yang tampil kuat di depan orang sebenarnya dengan menekan banyak ketakutan, Pria yang tampil dengan kuat menata segala sesuatu sering merasakan keletihan yang luar biasa. Demikian juga sering mudah merasa tertolak. Dan ketika menghadapi persoalan-persoalan yang hebat, banyak pria mudah putus asa.

Wanita-wanita bisa lebih tabah. Karena itu ketika pria-pria menyerah, seringkali tampil wanita ke depan. Dalam konteks budaya jawa, khususnya kota Sala, akan mudah ditemukan wanita-wanita kuat di pasar-pasar, khususnya yang terkenal di pasar klewer. Pada jaman dulu, suami seorang PNS dengan gaji yang pas-pas an,atau seorang keturunan bangsawan yang secara derajat tinggi tetapi tidak punya uang, namun istrinya jual batik di pasar klewer. Dan hasil perjuangan istrinya itulah, seorang PNS bisa mengkuliahkan anaknya di ITB, UGM atau perguruan tinggi rerkenal lainnya.

Wanita juga tidak mudah putus asa.Ketika ia sudah tampil, maka wanita-wanita ini akan berjuang sekuat mungkin. Ia akan terus berjuang. Jangan heran, pada jaman dulu, seorang ibu melahirkan 9 anak, dan bisa menyekolahkan anaknya setinggi mungkin, sementara suaminya hanya seorang karyawan. Wanita adalah pejuang tangguh.

Sifat-sifat inilah yang membuat pelukan istri begitu berarti. Pelukan inilah tempat terindah, tempat teraman, tempat mendapat kelepasan, tempat mendapat kelegaan, dan tempat mendapat kekuatan.

Pelukan istri saya adalah tempat terindah di dunia ini, sebab ia telah banyak menangis , telah banyak berkorban.  Apa yang bisa diberikan untuk berterima kasih kepadanya? Rasanya tidak ada , tidak ada yang bisa saya berikan , sebab mungkin saya masih akan melukainyan lagi, dan membuatnya meneteskan air mata lagi, sementara saya terus merindukan tanganya yang mungil namun bagitu tangan kehidupan yang kuat.

Tuhan yang akan membalas segala kebaikannya. Terima kasih kekasih ku,

Tulisan dari Gunawan Sri Haryono. 

Ayo Bagikan:

Comments

comments

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *