Press "Enter" to skip to content

Waduh!! Biasa Main “Gadget”, Ternyata Bikin Banyak Anak Tak Kuat Pegang Pensil

Ayo Bagikan:

Anak-anak pada zaman modern ini memang lebih “melek teknologi”. Mereka lebih senang bermain gadget ketimbang melakukan permainan di luar ruangan yang mengasah motorik kasarnya.

Karena jarang bermain menggunakan fisik mereka, banyak ditemui anak-anak yang motorik kasar dan halusnya lemah. Misalnya saja, mereka tidak bisa menggunakan pensil.

Menurut Bob Drew, kepala sekolah di Inggris, ia sering melihat anak berusia 4 tahun yang masuk sekolah dengan bagian tubuh atas yang lemah karena jarang beraktivitas fisik.


Fenomena itu terjadi dalam beberapa tahun terakhir karena kini orangtua lebih senang anaknya bermain gadget ketimbang bermain di luar.

Aplikasi edukasi di gadget dianggap bisa membantu anak-anak menjadi lebih pintar, tetapi banyak orangtua tidak sadar kebiasaan main gadget malah menghambat perkembangan fisik anak.

“Tangan anak-anak menjadi lemah sehingga tidak bisa menggunakan pensil. Tulisan tangan mereka pun sangat buruk. Hal ini diakibatkan karena terlalu banyak menggunakan perangkat digital,” kata Drew yang telah menjadi kepala sekolah selama 20 tahun.

Permainan fisik, seperti memanjat pohon atau bermain bola, kini mulai ditinggalkan anak laki-laki. Sementara itu, anak perempuan juga semakin jarang bermain dengan benda-benda kerajinan, seperti manik-manik atau menguncir rambut.

Dampak dari akrabnya anak-anak dengan gadget sejak bayi adalah kemampuan berbahasa yang kurang lancar atau cadel.

Anak Kecanduan Gadget? Jangan Panik, Bu! Atasi dengan Tip Ampuh dari Pakar

Nah, bila mendapati tanda-tanda kecanduan gadget di atas, orangtua jangan panik dulu, masih banyak jalan untuk mengatasinya. Langkah-langkah ini mungkin dapat membantu mengatasi kecanduan gadget pada anak:

Kurangi frekuensi bermain secara bertahap.

Jangan hentikan kebiasaan anak bermain gadget  sekaligus. Cobalah menguranginya secara bertahap.
Penghentian sekaligus hanya akan membuat anak memberontak dan marah besar.

Coba kurangi dari yang biasanya 8 jam sehari, menjadi 6 jam sehari selama satu minggu, kurangi lagi menjadi 4 jam di minggu berikutnya, demikian seterusnya. Batas maksimal anak bermain gadget  adalah 2 jam/hari.

Ajak anak bersosialisasi dengan teman sebaya.

Boleh jadi anak bermain gadget  karena tidak ada aktivitas menyenangkan dengan teman-teman sebaya.

Untuk itu, ajak anak untuk bergaul/bermain dengan teman sebayanya, bisa dengan mengundang teman-temannya ke rumah atau ajak ia berkunjung ke rumah salah sobatnya di sekolah.

Dengan banyak teman, ia akan sibuk dengan teman-temannya itu. Dorong mereka untuk bermain aktif, seperti bermain bola, petak umpet, dan sebagainya.

Sibukkan anak dengan berbagai aktivitas menarik.

Sediakan alternatif permainan pengganti, sehingga anak lebih menikmati aktivitas itu, daripada sekadar bermain gadget.

Permainan yang dipilih sarat dengan interaksi, komunikasi, kerja sama, dan lain-lain. Entah bermain kartu UNO, monopoli, bermain bola tangkap, dan lain-lain.

Berikan reward.

Jangan sungkan untuk memberikan hadiah pelukan, ciuman, acungan jempol saat anak berhasil mengurangi frekeuensi bermain gadget-nya.

Sumber : Kompas & nakita

Ayo Bagikan:

Comments

comments

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *