Press "Enter" to skip to content

Tolong Buat Para Bunda Perhatikan INI Betul! Mengucapkan KATA-KATA INI Ternyata Bisa BERDAMPAK BURUK Pada Mental Anak

Ayo Bagikan:

Kata-kata itu bagaikan senjata. Ia juga bisa menusuk tajam ke arah hati anak-anak kita lho Bunda. Tidak percaya? Coba saja buktikan. Bunda berkata manis dan sayang dengan berkata memaki dan mencaci anak.

Hasilnya gimana? Pastilah beda.

Nah, menurut situs sayangianak.com, bahwa perkataan itu ternyata bisa berdampak pada mental anak. Dan perkataan yang buruk bisa membuat mental anak jadi down.

Pepatah yang mengatakan lidah lebih tajam daripada pisau memang benar adanya. Tanpa melihat gender ataupun usia, perkataan bisa saja mempengaruhi seseorang. Entah tersinggung ataupun merasa terinspirasi. Hal yang sama juga berlaku pada anak-anak. Kata-kata yang hanya diucapkan sambil lalu bisa saja menimbulkan pengaruh buruk pada mental anak.

Sudah menjadi kewajiban bagi orang tua untuk menyaring kata-kata yang diucapkannya pada anak. Melontarkan perkataan yang tidak selayaknya hanya akan memberi pengaruh buruk, bahkan bisa  membuat psikologis seorang anak jadi terganggu. Hal ini akan memberi pengaruh besar hingga mereka dewasa nanti.  Demi masa depan anak anda, hindari mengucapkan kata-kata berikut.

MESKIPUN SERING MENANGIS, SEBAIKNYA TIDAK MELONTARKAN KATA “CENGENG” PADANYA!

Saat kecil seorang anak belum bisa meluapkan emosinya. Menangis menjadi jalan satu-satunya berkomunikasi. Sebab saat dia baru lahir kita hanya akan tahu apa yang dia mau jika dia menangis, namun apa jadinya jika dia masih melakukannya bahkan setelah dia bisa berbicara dengan lancar.

Jika anak anda menggunakan tangisan sebagai senjatanya untuk berkomunikasi, sebaiknya jangan marahi atau membombardirnya dengan kata-kata “cengeng”. Untuk usia batita sampai balita sangat wajar jika seorang anak menangis jika menginginkan sesuatu atau bahkan tantrum.

Jika anda merasakan hal ini sebaiknya jangan buru-buru marah atau mengancamnya agar berhenti menangis, mengeluarkan kalimat “Cengeng banget sih!” juga sebisa mungkin dihindari. Jika masih sering dilakukan, akan berdampak pada saat dia dewasa. Hal itu bisa menjadi bom waktu, dia pun akan tumbuh menjadi sosok tempramental karena tidak bisa meluapkan emosi dengan cara yang tepat.

Sebaiknya saat anak menangis peluklah dia dengan erat sambil mencoba menenangkannya dengan mengusap punggungnya, tanya apa yang dia mau. Minta dia untuk menjelaskan dengan kalimat karena anda tidak mengerti jika dia menangis, beri penjelasan kalau dia tidak akan mendapatkan apa yang dia mau dengan cara menangis. Pelan-pelan ajari dia untuk mengungkapkan keinginan dan perasaannya dengan kalimat tanpa perlu anda memarahinya terlebih dahulu.

ANAK ANDA LAHIR DENGAN KEUNIKANNYA SENDIRI, BERHENTI MEMBANDING-BANDINGKANNYA!

Orang tua mana yang tidak ingin anaknya hebat, pintar serta membanggakan. Bisa jadi itu merupakan salah satu tujuan anda mempunyai seorang anak. Tak heran saat anak anda mengecewakan dan tidak sesuai dengan yang diharapkan anda langsung bereaksi. Melihat anak lain yang nampak lebih hebat membuat anda berpikir bagaimana agar anak anda pun bisa seperti itu. Entah secara sadar atau tidak anda pun mulai  membanding-bandingkan anak dengan anak lain yang lebih hebat.

Entah itu teman sekelasnya, tetangga, sepupu atau bahkan anak anda yang lainnya. Ketika anda melakukan itu, secara langsung anda sudah menjatuhkan mentalnya. Sikap anda tersebut membuat anak merasa hidupnya tidak berguna dan tidak bisa melakukan apapun dengan benar.

Percayalah semua anak pasti ingin membuat orang tuanya bangga padanya. Tangis bahagia orang tuanya  adalah hal yang diperjuangkan setiap anak. Namun masing-masing anak memiliki cara berbeda-beda untuk mencapainya. Sangat tidak bijak bila anda masih saja kerap membanding-bandingkan anak. Setiap anak telah terlahir dengan keunikan dan kelebihannya masing-masing. Daripada anda terus sibuk membanding-bandingkan, lebih baik asah dan dukung bakat serta kelebihannya.

Jika dia tidak hebat dibidang akademis, bisa jadi dia memiliki prestasi yang tak kalah membanggakan dibidang non akademis.

ANAK YANG AKTIF TANDA SEDANG BERKEMBANG, JANGAN DIANGGAP NAKAL!

Saat anak sedang aktif-aktifnya, anda sebagai orang tua pasti pernah merasa kewalahan. Melihatnya berlari kesana kemari, menyentuh objek di dekatnya atau membuang barang-barang  bisa membuat kepala mendadak pusing. Kondisi rumah yang seperti kapal pecah pun tidak lagi bisa dihindari.

Cap anak jadi melekat pada dirinya, namun tahukah anda kalau anak yang sangat aktif itu tandanya dia cerdas. Hanya saja memang tidak mudah untuk menyadari dan menanganinya. Jika sudah begini biasanya akan sulit menahan emosi bahkan anda tak segan untuk n memarahi mereka sambil memberinya cap “anak nakal”.

Tanpa anda sadari perkataan itu akan terekam oleh alam bawah sadarnya sehingga membuatnya berpikiran bahwa dia adalah anak yang nakal. Daripada memarahinya, lebih baik ajarkan untuk membereskan apa yang sudah dia buat berantakan. Jangan menyuruhnya, tapi temani dia membereskan sampai dia memiliki inisiatif untuk melakukan sendiri tanpa diminta. Awasi setiap gerak geriknya dan berikan penjelasan jika ada hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan beserta alasan yang tidak dibuat-buat.

Alihkan juga tenaganya ke hal-hal yang mendukung perkembangannya seperti olahraga atau melakukan hal yang disenangi. Dengan begitu energi berlebih yang dimiliki anak bisa diarahkan untuk hal-hal yang lebih positif.

BELAJAR TIDAK MEMANDANG USIA DAN AKAN DILAKUKAN SAMPAI TUTUP USIA, JADI JANGAN LANGSUNG MENYALAHKAN DIA JIKA TIDAK BISA MELAKUKAN SESUATU

Anda tentu masih ingat bagaimana wajah polos nan menggemaskan si kecil saat dilahirkan yang bisa membuat orang-orang langsung jatuh hati begitu melihanya. Aktivitas yang dilakukan pada saat itu tidak lebih dari tidur, makan, buang air besar dan kecil. Namun setelah dia semakin tumbuh dan berkembang, anda lupa bahwa masih banyak hal yang belum bisa dia lakukan.

Anda seringkali menganggap bahwa dalam usianya sekarang  seharusnya dia bisa melakukan hal yang menurut anda sangat mudah. Parahnya pada saat dia tidak bisa memenuhi harapan tersebut anda lantas meremehkan anak dengan kalimat “Masa seperti ini saja tidak bisa!”.

Coba bayangkan jika ada orang lain yang mengatakan hal demikian kepada anda? Apa yang anda rasakan bisa jadi juga dirasakan oleh anak anda. Pada saat kalimat tersebut meluncur dari mulut orang yang pertama kali dia percaya, maka bisa meruntuhkan mentalnya. Membuat rasa percaya dirinya runtuh dalam sekejap. Bisa jadi dia membenarkan bahwa dia tidak bisa melakukan apa-apa.

Dampaknya anak anda pun jadi takut melakukan sesuatu dan tidak memiliki kepercayaan pada kemampuan dirinya sendiri. Bahkan bila terus dibiarkan, hal ini bisa berpengaruh hingga dia dewasa nanti.

MENJADI ORANG TUA SAMA DENGAN BELAJAR JUJUR, TEMPATKAN PUJIAN DAN MARAH DI SITUASI YANG TEPAT DAN BENAR

Apakah anda pernah mengalami kejadian ini? Pada saat anak anda terjatuh dan menangis anda menyalahkan tanah dan memarahi tanah karena sudah membuat anak anda terjatuh. Atau malah memukul dan memarahi tembok pada saat anak anda menangis karena terbentur. Jika anda masih sering menggunakan cara ini, sebaiknya segera hentikan. Sikap anda yang seperti ini hanya akan membuat anak anda mudah menyalahkan pihak lain pada setiap kejadian yang tidak mengenakkan. Entah itu barang atau benda.

Menjadi orang tua itu memang membutuhkan kesabaran khusus. Penting untuk mengajarkan kejujuran pada anak sejak usia dini. Jika dia melakukan kesalahan katakan bahwa itu salah, berikan alasan dan beri tahu apa yang seharusnya mereka lakukan. Jika dia benar dan pintar pujilah dia dengan tulus, sehingga anak mengerti apa yang baik dan tidak seharusnya dia lakukan.

Jika anak anda terjatuh katakan padanya bahwa rasa sakit yang mereka rasakan karena benturan tubuhnya dengan tanah sehingga menimbulkan rasa sakit, dia terjatuh karena kurang hati-hati berjalan sehingga tersandung dan jatuh. Semakin anda menjelaskan sesuatu dengan benar dan bahasa yang mudah dipahami, dia akan terbiasa dengan berbagai perasaan yang menimpanya sehingga dia bisa bertindak sesuai dengan nilai-nilai kejujuran yang sudah anda asah sejak dini.

Ayo Bagikan:

Comments

comments

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *