Press "Enter" to skip to content

Tips Untuk Menghadapi Anak Yang Ngeyel. Coba deh Lakukan Hal Ini, Semoga Anak Gak Ngeyel Lagi..

Ayo Bagikan:

Ustadzah. Yanti Tanjung

Setiap ibu seringkali melakukan tawar menawar dengan anak tentang keinginan-keinginannya, misal keinginan untuk bermain bersama teman-temannya, keinginan untuk dibelikan gadget, keinginan untuk jajan, keinginan untuk mengikuti acara study tour dll. Yang notabene ibu belum ridha untuk memenuhinya.

Terkadang ibu dihadapkan pada keras kepalanya anak, memaksa agar keinginanya tersebut dapat dipenuhi kalau tidak ngambek dan bete, menutup diri dari komunikasi dan menyendiri di kamar. Anak shaleh biasanya tidak mempersoalkan jika sang ibu belum ridha, dia akan berlapang dada.

Ini seringkali terjadi pada anak usia remaja, dimana dia mulai melepaskan diri dari bayang-bayang ayah bundanya, mempunyai pendapat sendiri dan tidak mau didikte, sudah merasa bahwa keputusannya adalah tanggung jawab dia sendiri. Padahal usia ini belum bisa dikatakan dewasa artinya walau dia menjelang baligh atau sudah baligh sejatinya kepribadian Islamnya belumlah matang, masih membutuhkan pendampingan.

Curhatan seorang ibu tentang anak gadisnya berusia belasan tahun itu suka sekali celetuk-celetukan yang membuat jengkel, trus seringkali melanggar aturan-aturan yang sudah dipahamkan.

Misalnya di depan ibu sang anak terlihat berpakaian sempurna dg jilbab dan kerudung, tapi ketika ke luar rumah sang anak mengganti kostumnya meminjam celana jeans temannya.

google image

Hati ibu siapa yang tidak sedih dan kesal pastilah emosi meluap-luap saat menyaksikan prilaku anak yang tidak sesuai harapan.

Berkali-kali mungkin sudah diingatkan, mulai kata-kata lembut hingga kemarahan yang memuncak sudah terjadi, anak tak kunjung berubah juga, akhirnya ibu mati gaya, merasa capek dan lelah diuji tentang anak.

Bagaimana seharusnya kita berhadapan dengan masalah ini? Tentu tidak fokus pada kesalahan-kesalahan anak tersebut, sebab ibu akan selalu emosional bila kesalahan2 itu selalu berada di pelupuk mata. Tapi sesaat coba dipinggirkan dulu dan fokuslah pada potensi akal dan naluriyyah anak.

Coba muhasabah sejenak sudah seberapa bergizi makanan akal anak dg tsaqafah Islam, sudah seberapa penempaan nafsiyyah anak di rumah. Jika ternyata masih sangat sedikit maka salahkanlah diri kita yang lalai dan abai.

Membangun komunikasi yang menyenangkan juga sangatlah penting, jika kita bawaannya hanya marah maka anak akan menjauh tidak mau bicara karena rumah serasa bak neraka. Beberapa waktu bicaralah tentang perkara-perkara mendasar tentang makna kehidupan, tentang posisi manusia di muka bumi, tentang kelak manusia akan kembali pada Allah tentang pertanggungjawaban.

Komunikasi rasa aqidah ini sangatlah solutif walau berproses dan bersabar, tapi insya Allah lebih bertahan lama dan membuat anak istiqomah.

Jika dalam diri anak tertanam aqidah, maka tips ini bisa dilakukan. Jika anak tetap melakukan pembangkangannya sampaikan padnya dengan lembut. ” Nak, jika tetap tidak mau menuruti nasehat bunda, jika kakak sudah tidak taat lagi pada Allah, saksikanlah bahwa bunda sudah menyampaikan hukum-hukum Allah pada kakak dan sudah menasehati kakak dalam agama, kelak jangan tuntut bunda di akhirat karena bunda tidak akan sanggup berhadapan dg kakak di yaumil hisab.”

Semoga setelah itu ada kata-kata yang menghunjam dalam benaknya dan dalam naluri beragamanya….

Wallahu a’lam bishshowab

google image

Menjadi Ibu Memang Melelahkan, Agar Tetap Bahagia Lakukan 6 Tips Ini..

Dear Ayah Bunda,

Mengemban tanggung jawab sebagai orang tua yang harus mengasuh anak sepanjang waktu kadang bisa menimbulkan rasa stress tersendiri. Lebih-lebih jika si kecil sudah masuk usia sekolah TK dan Anda memutuskan untuk mengasuhnya Anda secara mandiri tanpa menggunakan jasa baby sitter.

Segala hal yang menjadi kebutuhan sekolah si kecil termasuk menyiapkan kebutuhan sekolah seperti buku, tempat pensil dan sebagainya, menyiapkan seragam sampai menyiapkan bekal makan siang harus Anda tangani sendiri. Dan, semua kerepotan ini belum termasuk jika Anda harus membujuk si kecil yang rewel tidak ingin pergi ke sekolah.

Ketika menghadapi kondisi yang super sibuk seperti ini, wajar ketika pada satu titik kita merasa stress karena kelelahan. Tapi, Bunda tidak perlu berlama-lama tenggelam dalam stress, sebab tips berikut akan membuat Anda tetap bahagia dalam mengasuh si kecil walau tubuh kelelahan.

1. Menyusun rencana apa yang akan Anda lakukan hari ini, besok dan seterusnya bersama si kecil akan membuat tugas mengasuh Anda menjadi lebih ringan dan tentunya bisa membuat Anda jauh dari stress karena kebingungan menyiasati aktivitas untuk si kecil.

So, jika Anda memiliki sedikit waktu luang di sela-sela kegiatan mengasuh si kecil, Anda bisa menyiapkan rencana awal apa yang akan Anda lakukan bersama si kecil untuk besok dan seterusnya.

https://www.instagram.com/nuramirah11/

2. Siapkan “Me Time”
Terlalu sibuk mengasuh dan mengurusi segala kebutuhan si kecil kadang membuat kita lupa tentang kebutuhan kita sendiri. Jangan, ya! Meskipun kita sibuk merawat dan mengasuh si kecil, kita juga harus tetap menyediakan waktu untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri agar kegiatan mengasuh anak ini tidak menjadi terlalu stressful untuk kita.

3. Sediakanlah setidaknya satu jam dalam sehari untuk menikmati waktu-waktu santai untuk diri sendiri. Anda bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang Anda sukai, misal menyulam, membaca buku, bahkan shopping!

4. Ajak Suami Terlibat dengan Tugas Mengasuh Si Kecil
Jika suami bekerja di luar rumah sepanjang weekdays, mintalah bantuan suami untuk berbagi tugas mengasuh si kecil saat weekends. Seperti dilansir dalam laman www.wikihow.com, dengan membagi tugas mengasuh dengan suami, rasa lelah Anda bisa berkurang separuhnya.

Anda juga bisa meminta suami untuk berlibur sambil mengasuh si kecil bersama-sama. Pasti menyenangkan!

5. Tidur Cukup
Jika kesibukan mengasuh si kecil tidak memungkinkan Anda untuk mendapatkan tidur 8 jam sehari, setidaknya biarkanlah tubuh Anda mendapatkan tidur yang cukup. Sebab, tidur yang cukup akan membuat tubuh Anda menjadi lebih fresh dan Anda bisa lebih berenergi saat menemani si kecil bermain.

Untuk melakukannya, Anda perlu menyusun jadwal tidur untuk si kecil dan Anda sendiri. Dan, usahakanlah untuk disiplin dengan jadwal yang sudah Anda susun sendiri.

6. Play Date
Mengasuh anak akan sangat melelahkan jika dilakukan sendirian sepanjang waktu. Oleh sebab itu, cobalah untuk mengajak saudara atau teman Anda yang sama-sama memiliki anak untuk melakukan play-dates.

Sementara si kecil bersenang-senang menikmati waktu bermain dengan saudara atau teman-teman barunya, Anda juga bisa menikmati waktu Anda dengan sharing dan berbagi tips dengan saudara dan teman Anda. Dijamin, stress pasti hilang!

Semoga bermanfaat yaa.. 🙂
Please Like dan Share
Sumber : Vemale

Ayo Bagikan:

Comments

comments

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *