Press "Enter" to skip to content

Sudahkah Ayah Bunda “DIPELUK” Anak Hari Ini? Coba Cek, Jangan-Jangan Anak Gak Mau Memelukmu..

Ayo Bagikan:

Dear Ayah Bunda,

Ternyata tak hanya anak yang membutuhkan sebuah pelukan dari orangtuanya. Kita sebagai orangtua pun membutuhkan perlakuan yang sama dari anak. Banyak pakar menyebutkan bahwa berpelukan ditengarai sebagai cara efektif mengatasi depresi, stres, hingga rasa kesepian.

Dan rasa negatif yang dialami orangtua, dapat sirna ketika ayah atau ibu mendapat pelukan hangat (tulus) dari putra putrinya.

Perlakuan yang sama juga berlaku bagi nenek dan kakek. Coba perhatikan dengan seksama, banyak nenek atau kakek mempererat pelukan cucunya ketika lama tak bersua atau ingin menunjukkan rasa sayangnya. Juga ketika sang cucu ingin mengutarakan sesuatu, nenek dan kakek mencoba mendapat pelukan, kedekatan dari cucunya.

Itu semua tak lain memberi efek positif bagi orang dewasa. Ada rasa nyaman, dibutuhkan dan “memiliki arti” bagi orang lain yang membekas di hati orang dewasa. Dan itu semua berpengaruh terhadap jiwa mereka.

Mengapa bisa demikian?

1.Karena pelukan membawa rasa aman, menambah imunitas dan meningkatkan harga diri.

2.Pelukan dapat meningkatkan oksitosin, hormon yang menghilangkan rasa sepi, terisolasi dan amarah di jiwa.

3.Memerpanjang waktu pelukan dapat menambah hormon serotonin. Hormon yang menyebabkan seseorang bahagia (good mood)

4.Jadi mari pelihara kebiasaan untuk memeluk buah hati. Tapi jangan asal peluk dengan jiwa kosong atau terpaksa. Biasakan memeluknya dengan hati dan ia pun akan melakukan hal yang sama di saat kita (orangtua/orang dewasa) juga mengalami kegalauan.

Cara Terbaik Memeluk Anak

Pelukan hangat dari Mama adalah obat mujarab, diyakini bisa mengatasi pilek pada anak. Bila diberikan dengan “dosis” cukup banyak, si kecil bahkan bisa terhindar dari stres dan penyakit menular itu.

Menurut psikolog Vera Itabiliana, S.Psi., Psi., tidak ada batasan jumlah memeluk, tetapi paling tidak, peluklah anak 2 kali sehari, saat pagi dan sebelum tidur. Sedangkan Melly Puspita Sari, Psi., psikolog yang juga penulis buku The Miracle of Hug, menyarankan agar Mama memeluk anak minimal 8 kali sehari untuk memberikan ia energi dalam beraktivitas dan mengoptimalkan potensinya.

“Pelukan yang penuh kelembutan juga merupakan salah satu cara membantu menyelesaikan masalah, terutama pada anak yang berperilaku unik,” kata Melly.

Pelukan akan merangsang saraf indra peraba atau taktil anak, lalu mengirimkan pesan ke otak untuk memerintahkan tubuh mengeluarkan hormon oksitosin yang membuat tubuh menjadi relaks, menurunkan tekanan darah, dan menimbulkan emosi positif yang membuat ikatan antara Mama dan si kecil semakin erat. Mengenai lama memeluk, psikolog yang akrab disapa Vera itu mengungkapkan, “Ada penelitian yang mengemukakan bahwa peluklah anak selama 20 detik agar hormon oksitosin terlepas optimal.”

Menurut Andrea Weiner, Ed.D., penulis buku More Than Saying I Love You: 4 Powerful Steps That Help Children Love Themselves, saat Mama memeluk anak, “Berlututlah atau menunduk hingga Anda dan si kecil sama tinggi. Kemudian, dekap ia dengan kedua tangan Anda menyelimuti seluruh tubuhnya hingga dadanya menyentuh dada Anda.”

Agar pelukan Mama berdaya penyembuh, sebelum memeluk anak, Mama perlu menyingkirkan hal-hal yang mengganggu pikiran, seperti pekerjaan kantor yang belum selesai, urusan rumah tangga yang menumpuk, diet yang berantakan, dan rencana-rencana yang tertunda.

Memberi pelukan dengan kepala dipenuhi oleh pikiran-pikiran semacam itu akan mengurangi energi dan kehangatan yang Mama berikan kepada si kecil. Sebab, saat memeluk si kecil, pikiran Mama tidak tertuju kepada si kecil, sehingga anak akan merasakan pelukan yang hambar.

Bebaskan tangan dari semua benda yang selama ini paling sering ada di tangan Mama, seperti smartphone, tas, kunci rumah, atau kunci mobil. Dengan begitu, tangan Mama tercurah seutuhnya untuk memeluk anak, dan jari-jari Mama bisa membelai si kecil dengan leluasa.

Bila Mama memberi anak pelukan ragu-ragu, ia juga akan merasa bahwa Mama kurang bersungguh-sungguh atau sekadar basa-basi saja. “Sehingga, pesan yang kita ingin anak paham lewat pelukan, misalnya betapa kita menyayanginya, akan tidak tersampaikan dengan baik,” ujar Vera.

sumber: parenting,co.id dan berbagai sumber

Ayo Bagikan:

Comments

comments

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *