Press "Enter" to skip to content

Penelitian: Suami yang Memeluk Istrinya Dari Belakang Saat Tidur, Bakal Membuat Istri Lebih Bahagia dan Awet Muda

Ayo Bagikan:

Terlelap sembari dipeluk oleh pasangan memang menyenangkan.

Sensasi rasa hangat dan merasa dilindungi menyatu sehingga menciptakan perasaan aman.

Ada berbagai macam model berpelukan saat tidur bersama pasangan. Nah, salah satu posisi tidur yang dianjurkan oleh para pakar bagi pasangan suami istri adalah posisi tidur suami memeluk istri dari belakang.

Teknik pelukan semacam ini diyakini mempunyai banyak manfaat dibandingkan dengan model pelukan yang lain.

Selain membuat suami merasa memiliki Anda seutuhnya, secara psikologis dia pun akan merasa lebih pulas tertidur karena merasa memiliki “sandaran” hidup.

Sebuah penelitian di Medical University of Vienna menyatakan bahwa tidur berpelukan dapat meredakan stres kerja atau stres lingkungan sosial, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan memori.

Posisi memeluk dari belakang ini disebut juga dengan istilah forward bear.

Manfaat posisi tidur suami memeluk istri dari belakang, bisa menjaga gairah pria karena memungkinkan jemarinya bebas menyentuh area sensitif pada tubuh Anda. Menurut Tod Sinett dalam bukunya The Truth About Back Pain, posisi tersebut jika dilakukan dengan lutut sedikit ditekuk akan sangat baik untuk pasangan yang memiliki masalah tulang punggung.

Selain itu, studi juga mengatakan bahwa pasangan suami istri yang sering melakukan posisi tidur suami memeluk istri dari belakang, ditemukan lebih awet muda.

sumber: http://intisari.grid.id/Wellness/Psychology/Mintalah-Suami-Memeluk-Dari-Belakang-Saat-Tidur-Dia-Akan-Lebih-Bahagia-Dan-Anda-Lebih-Awet-Muda

Renungan Untuk Para Suami..

MR. Mario Teguh wrote:

Untuk yang salah mengerti tentang WANITA YANG CANTIK DALAM KESEDERHANAANYA, mohon perhatikan ini ya,

Wanita yang sederhana BUKAN wanita yang bersedia Anda ajak hidup dalam kekurangan.

Wanita yang sederhana itu terdidik, pandai, mandiri, dan mampu, tapi tetap memelihara penampilan yang alamiah, tidak berlebihan, menampakan kebaikan hati dan kebersihan pikiran.

Anda tidak mungkin bisa berhasil menarik perhatian wanita seperti itu dengan menjadi laki-laki yang tidak menjanjikan kehidupan yang baik, yang mapan, yang penuh dengan dinamika yang menumbuhkan dan membahagiakan.

Anda tidak mungkin berhasil meminta nya untuk menerima Anda apa adanya, karena dia berkualitas adanya.

Jika Anda mengatakan dia matre, itu karena ketidak ikhlasan Anda untuk menerima bahwa cinta dan keluarga membutuhkan biaya pemeliharaan dan pertumbuhannya.

“Jangan menuntut wanita itu untuk menerima kekurangan Anda yang tidak Anda rencanakan untuk DIPERBAIKI”.

Wanita itu very smart. Dia menuntut Anda untuk menjadi lelaki hebat, bukan untuk dirinya, terutama untuk ANDA dan anak-anaknya.

Apakah Anda memilih wanita yang tidak malu mempunyai suami yang tidak berencana menjadi apa-apa?

Sudahlah jangan hidup sibuk menuntut wanita untuk di ajak susah.
Hiduplah sepenuhnya menjadi lelanange jagad, laki-lakinya dunia, yang membanggakan orang tua, istri, dan anak-anaknya.

-MARIO TEGUH

Begini Cara Istri Menghargai Jerih Payah Suami

Dear Ayah Bunda,

Bunda, mencari nafkah mencukupi kebutuhan keluarga tidaklah disebut pekerjaan yang mudah dan ringan. Sebagaimana tanggungjawab besar ini harus ditanggung oleh setiap laki-laki yang berpredikat menjadi seorang suami.

Kerap kali suami harus menahan segala tuntutan kantor seorang diri, terlambat makan, kepala menjadi kaki, kaki menjadi kepala, hanya untuk bagaimana bisa membahagiakan keluarga, anak serta istrinya. Oleh karena itulah, istri sudah sepatutnya menghargai setiap jerih payah suami. Bisa dikatakan sebuah kewajiban bagi istri untuk tidak menganggap sepele hal tersebut. Bagaimana caranya? Kiat-kiat berikut semoga bisa menjadi tolak ukur bagi istri untuk sejauh mana menghargai jerih payah suami:

1. Tidak menuntut berlebihan kepada suami

Tuntutan prestise di masyarakat terkadang memunculkan perilaku gengsi umumnya menimpa istri. Tetangga beli mobil baru, istri langsung menuntut suami untuk membelikannya juga, dengan cara apapun, kredit, berhutang, dan sebagainya. Ada kawan membeli rumah kelas elite, tanpa ba-bi-bu istri menerjang suami untuk juga membeli rumah yang serupa, elite bin mentereng, tanpa memahami kondisi keuangan atau gaji suami. Sebaiknya, ini tidak dilakukan oleh istri, karena tentu saja suami akan merasa berat menanggung yang di luar kapasitasnya.

2. Berhemat dan tidak menghambur-hamburkan uang

Istri yang bijaksana pastinya paham mengenai hal ini, bahwa mencari satu rupiah uang tidaklah semudah kita membelanjakannya. Kerap kali istri kalap manakala berbelanja, ada barang diskon sedikit langsung matanya merah merona untuk memboyongnya, padahal barang tersebut tidak seberapa dibutuhkan di rumah, seringnya hanya untuk memuaskan keinginan memiliki saja tanpa memahami seberapa jauh barang tersebut dipakai di rumah. Ujung-ujungnya justru mubazir.

3. Menabung

Istri harus bisa menabung seberapa pun uang pemberian dari hasil jerih payah suami. Apabila, suami berpenghasilan besar, janganlah istri sok-sokan, gak perlu nabung menabung, toh suami penghasilannya banyak, tanpa menabung gak akan habis juga kok uangnya. Janganlah berfikiran semacam itu! Sebab kita tak tahu sampai kapan suami akan terus berjaya, ingat bahwa bumi itu ada pemutarannya, ke atas, ke bawah, ke samping, dsb. Begitu pula dengan nasib manusia, sekarang berlimpah harta ,sampai-sampai pulau pun bisa kebeli, namun keadaan itu tentu saja tidak abadi. Ada saatnya posisi nasib terjun 360derajat tanpa di sangka-sangka.

4. Menata/ mengelola keuangan pemberian suami dengan sebaik-baiknya

Menghargai jerih payah suami dapat dibuktikan dengan pandainya istri mengatur keuangan dengan cara membuat pos-pos pengeluaran secara detail. Tidak output keuangan secara serampangan sehingga ketika uang habis tidak tahu kemana saja uang dari suami dipergunakan. Walhasil, disaat bulan belum habis masanya, namun uang pemberian suami telah habis tak tersisa. Finally, suami harus memutar kepala lagi untuk mencari tambahan fee kebutuhan keluarga. Oleh karena itu, istri musti bisa mengakali bagaimana supaya keuangan yang diberi oleh suami dapat terkelola dengan sebaik-baiknya.

Bagi istri yang risau bagaimana supaya bisa menjadi istri yang tidak dikatakan menyia-siakan jerih payah suami, tips di atas semoga bisa menjadi alternatif yang baik.

Profil penulis:
Muntarsih Zakiyya Sakhie, Ibu dengan dua orang anak, tinggal di Papua.
ummi-online.com

Semoga bermanfaat yaa.. 🙂
Please Like and Share!!

Ayo Bagikan:

Comments

comments

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *