Press "Enter" to skip to content

Para Suami Harus Tahu! Ini Alasan Istri Mendadak Suka Marah-Marah. Bener Banget Deh..

Ayo Bagikan:

Halo para suami.. suka bingung kenapa kok istri mendadak marah sama kamu? Tenang, gak cuma kamu kok yang ngalamin hal seperti itu..

Kalau istri bersikap marah gitu, yang sabar ya. Hadapi dengan kepala dingin. Tapi tahu gak sih sebenarnya alasan mengapa istri sering marah-marah mendadak?

Kami kutip dari laman media online, kita harus memahami alasan istri yang mendadak marah. Agar kita tahu bagaimana cara menghadapinya.

Yuk, simak tulisan dibawah ini ya.

Masih banyak laki-laki yang tidak memahami mengapa perempuan sering tiba-tiba marah. Sebenarnya perempuan sendiri tidak mengetahui alasan jelas dari kemarahannya, atau mereka sendiri memahami mengapa harus marah terhadap hal-hal biasa.

Sehingga ketika ditanya “kenapa” mereka cenderung sering menjawab “pikir saja sendiri!” Apapun beberapa alasan mengapa perempuan marah tiba-tiba pada umumnya adalah hal-hal berikut ini:

1.Merasa kurang diperhatikan dan dipedulikan
Walaupun beberapa perempuan terlihat mandiri namun mereka tetaplah mahluk lembut yang membutuhkan kasih sayang dan perhatian. Ketika orang tua, suami atau sahabat lebih fokus terhadap hal yang baru ditemuinya terkadang perempuan merasa tersingkirkan dan kurang dipedulikan.

2.Terlalu kecapean dan kelelahan
Setelah lelah melakukan sesuatu perempuan akan cenderung diam. Ketika ada yang bertanya atau mengajaknya bercanda seperti hari-hari biasanya ia menganggap bahwa orang tersebut tidak menghargai kelelahannya. Shingga dia akan bersikap jutek dan diam.

3.Merasa tidak dihargai

Tak jarang ada suami yang heran mengapa saat ditanya istrinya ia sedang dimana, kemudian ia menjawab sedang makan bersama kawan-kawannya. Sdangkan istrinya sudah memasakan yang spesial untuknya. Maka istri akan merasa tidak dihargai.

4.Kecurigaan
Ketika ia merasa ada yang berbeda dari keluarga, sahabat atau suaminya ia akan merasa curiga. Misalnya ketika orang terkasih lebih asik dengan gadgetnya maka ia akan marah. Bukan dikarenakan ia cemburu pada gadget, akan tetapi ia curiga mengenai apa yang dilakukan orang terkasihnya.

5.Merasa kecewa

Mungkin sebagian wanita ada yang bisa menahan emosinya saat ia kecewa. Tapi tidak sedikit wanita yang sering marah karena dikecewakan. Mulai dari hal-hal besar sampai hal sekecil apapun, jika ia merasa kecewa maka ia akan bereaksi dengan diamnya atau marahnya.

6.Terkena sindrom pra-menstruasi

Ketidak seimbangan hormon di dalam tubuh perempuan yang akan mengalami menstruasi adalah penyebab emosinya berantakan. Walaupun sebagian mampu mengontrolnya, namun tetap saja ia akan merasakan ketidak stabilan saat menjelang menstruasi.

Marahnya seorang wanita bisa berupa ocehan, teriakan, uring-uringan, menangis ataupun terdiam. Maka dari itu, seorang laki-laki atau pasangannya haruslah berusaha mengerti dan memahami setiap perubahan si wanitanya, semoga bisa lebih peka lagi terhadap pasangannya yang rentan terganggu perasaannya jika sedikit saja tersakiti.


Saat Marah Dengan Pasangan Jangan Ucapkan Kata-Kata Ini

Rasa marah yang timbul akibat perasaan yang tersakiti sudah terlalu sering terjadi pada setiap orang. Hal tersebut sangat manusiawi terjadi. Bahkan orang yang sangat sabar pun bisa merasakan marah dan emosi ketika sudah tidak tertahankan lagi. Marah yang memuncak dan emosi yang tinggi akan menutupi pikiran seseorang dan kesadarannya, sehingga akan membuat seseorang secara tidak sadar mengucapkan atau melontarkan kata-kata kasar yang menyakitkan hati lawan bicaranya.

Hanya dengan sepenggal kata-kata yang menyakitkan, sebuah hubungan bisa hancur dan berantakan. Dalam sebuah hubungan, entah itu hubungan sepasang kekasih atau hubungan suami istri tentu saja tidak terlepas dari yang namanya pertengkaran. Semesra apa pun atau seromantis apa pun hubungan pasangan, pasti pernah mengalami pertengkaran atau percekcokan.

Adanya beda pendapat dan prinsip kerap memicu pertengkaran. Pertengkaran tersebut akan menimbulkan reaksi marah dan emosi pada masing-masing pihak. Ketika sedang marah, pasti terjadi perang mulut atau adu pendapat antara satu dengan yang lain.

Ketika salah satu dari pasangan tidak ada yang mau mengalah, pasti rasa marah dan emosi dari pihak yang satunya menjadi semakin memuncak dan akibatnya akan keluar semburan kata-kata tajam yang mengintimidasi pasangannya.

Dalam keadaan yang sangat marah, seseorang akan berpikiran negatif dan untuk mengekspresikannya dia akan mengucapkan kata-kata yang negatif juga, karena sangat sulit untuk berpikiran positif pada saat itu. Ketika pasangan Anda sudah terluka hatinya akibat kata-kata Anda yang tidak pantas untuk didengarnya, pasangan Anda akan mengingat dalam hatinya bahkan bisa menjadi luka dalam hatinya dan sulit untuk mengobati rasa sakit hati yang didapat itu.

Jadi, walaupun Anda sedang sangat marah karena hal apa pun, hindari mengucapkan kata-kata berikut ini:

1. Makian atau kata-kata kasar
Kata-kata kasar berupa makian, sumpah serapah, mengutuk, caci maki atau kata-kata yang tidak pantas diucapkan yang keluar dari salah satu pihak yang sedang marah akan sangat melukai hati pasangannya, hal itu akan membekas dalam ingatan pasangan Anda. Cobalah posisikan keadaan Anda ketika orang lain melontarkan kata-kata kasar tersebut kepada Anda. Apakah Anda bisa menerimanya?

2. Pisah atau cerai
Ketika keadaan semakin memanas, kata-kata putus, pisah atau cerai merupakan kata yang sangat sensitif dan mudah Anda ucapkan, yang akan berakibat fatal bagi kelangsungan hubungan Anda ke depannya. Anda bisa menyesalinya seumur hidup ketika Anda mengucapkan kata-kata ini. Sekali saja Anda mengucapkannya, Anda tidak bisa mengembalikan kata-kata tersebut lagi.

3. Menghina
Ketika dalam sebuah hubungan terjadi pertengkaran dan kedua pihak dalam keadaan marah, di situlah ajang di mana masing-masing akan saling menghina kekurangan dari pasangannya. Cobalah untuk tidak menghina pasangan Anda, baik itu menghina dalam hal pekerjaan, keinginan, kelemahannya, keluarganya atau hal lain yang dapat memperburuk keadaan.

4. Julukan buruk
Ini sering dilontarkan pasangan kepada pasangannya ketika sedang marah. Misalnya kata-kata “dasar goblok,” “dasar bodoh,” “pemalas,” “matre,” “pecundang,” “pengecut,” dan sebagainya. Tahan diri Anda untuk tidak mengelurkan kata-kata tersebut dari mulut Anda. Jangan memanggil pasangan Anda dengan sifat-sifat negatif. Kata-kata tersebut akan membuat situasi semakin tidak kondusif.

5. Kamu tidak pernah
“Kamu tidak pernah peduli!,” “kamu tidak pernah mengerti!,” “kamu tidak pernah membantu!,” “kamu tidak pernah cinta!” Hindarilah kata-kata tersebut. Ingatlah betapa Anda mencintai pasangan Anda, dan mengapa Anda dulu memilih pasangan Anda, sehingga Anda berdua dapat menikah.

6. Membandingkan dengan orang lain
Setiap orang mempunyai karakter dan sifat yang berbeda-beda. Semua orang pasti mempunyai kekurangan dan kelemahan. Ketika pasangan Anda memiliki kelemahan dan Anda membandingkan kelemahan pasangan Anda dengan kelebihan orang lain. Secara langsung, pasangan Anda akan merasa kecewa dan tersudutkan. Misalnya, “kamu itu tidak seperti si A, si A lebih baik dari kamu, si A lebih mengerti dari kamu.” Dengan mengucapkan kata-kata tersebut, pasangan akan menganggap dirinya tidak berarti.

7.Saling menyalahkan
Ketika tidak ada titik temu dalam pencapaian solusi pertengkaran. Terkadang Anda mengucapakan kata-kata “ini semua salah mu” atau” semua terjadi karena kamu.” Kata-kata ini akan membuat pertengkaran semakin panjang dan tidak akan memberikan penyelesaian dalam permasalahan Anda berdua.
Meskipun Anda dan pasangan sedang mengalami masalah yang sulit sekalipun, jangan biarkan sebuah kata-kata sederhana namun menyakitkan merusak hubungan Anda.

Sumber: http://www.catatanmoeslimah.com dan berbagai sumber

Ayo Bagikan:

Comments

comments

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *