Press "Enter" to skip to content

Orang Tua yang Melakukan 5 Hal Ini Pada Anaknya Setiap Hari, Bakal Mendapatkan “HAL BESAR INI”

Ayo Bagikan:

Melakukan sesuatu yang rutin itu amat berat. Walaupun sesuatu itu adalah hal yang sangat sepele. Namun agar kita bisa mendapatkan “cinta anak” dan rasa hormat anak, maka empat hal ini sebaiknya kita lakukan lho Bunda..

Saya kutip dari halaman ummi-online, maka ada 5 hal yang perlu dilakukan orang setiap hari.

5 Hal yang Perlu Dilakukan Orangtua untuk Anak Setiap Hari – Sahabat Ummi, seberapa akrabkah hubungan dengan anak? Kedekatan anak dengan orangtua adalah fondasi penting bagi tumbuh kembang anak. Keakraban dengan ayah dan bundanya akan menjadi bekal bagi anak di kemudian hari untuk tidak berbuat nakal.

Selain itu, kedekatan orangtua dengan anak dapat memengaruhi kecerdasan anak. Nah, itu sebabnya orangtua perlu melakukan 5 hal ini pada anak setiap harinya:

1. Luangkanlah waktu untuk Anak Tanpa Adanya Gadget

Pernahkah Sahabat Ummi menghardik anak karena merasa terganggu sedang asyik menjawab chat atau bermain gadget? Para ahli dan psikolog mengungkapkan Orang tua yang sering kali bermain smartphone saat bermain bersama anak, akan membuat anak kurang konsentrasi, kurang percaya diri dan kurang perhatian.

2. Berikan Belaian dan Pelukan sebagai bentuk Kelekatan

Berapa kali Sahabat Ummi memeluk dan membelai anak dalam sehari? Menurut Psikolog dan penulis buku The Miracle of Huge, Melly Puspita Sari menyatakan bahwa memberikan pelukan pada anak minimal 8 kali sehari dapat memberikan energi sehingga anak bisa beraktivitas dan mengoptimalkan potensinya.

Tentu saja pelukan yang dilakukan bukan sekadar pelukan selintas, melainkan pelukan hangat di mana anak dapat merasakan detak jantung orangtuanya dan merasakan aliran kasih sayang dari pelukan tersebut.

3. Berikan Pujian yang Proporsional

Pujian yang proporsional akan meningkatkan motivasi anak dan kepercayaan dirinya. Jika anak mendapat pujian namun intensitas atau kadarnya berlebih, justru kurang baik karena bisa berakibat negatif untuk psikologisnya.

Maka, pastikan kita bisa melihat kelebihan anak dan memujinya secara tepat setiap hari. Misalnya, ketika anak mampu membereskan sendiri mainannya, menaruh sepatu di rak, atau mencuci piring bekas makannya sendiri.

4. Hindari Membandingkan Anak terlebih dengan Saudara Kandung

Setiap anak adalah individu yang berbeda dan unik. Jika mereka dibanding-bandingkan dengan teman atau saudara kandungnya sendiri, akan menimbulkan perasaan rendah diri dan kecewa terhadap orangtua yang pilih kasih. Sebisa mungkin hindari membanding-bandingkan anak setiap harinya.

5. Dengarkan cerita Anak

Ciptakan komunikasi dua arah dengan anak. Dengarkan anak ketika mereka memiliki masalah. Dengarkan cerita mereka, dan biarkan mereka mengeluarkan pendapatnya sebelum kita mengambil keputusan untuk mereka. Biarkan anak merasa nyaman menceritakan semua permasalahan yang dihadapinya.

Jika kita mampu melakukan hal ini setiap hari, in syaa Allah anak shalih dan shalihah yang berbakti pada orangtua akan bisa kita dapatkan begitu mereka dewasa. (Marthina)

Kebiasaan Buruk Orang Tua yang Membawa Dampak Negatif untuk Anak

Menjadi orang tua memang tidak mudah. Apa yang dilakukan orang tua secara tidak langsung akan dilihat dan ditiru oleh anak. Mungkin para orang tua tidak menyadari hal ini, mereka beranggapan bahwa anak-anak masih kecil jadi tidak mungkin meniru perilaku tersebut.

Padahal justru di usia emas anak (0-5 tahun), ia memiliki memori yang sangat kuat dengan apa yang diterimanya dan bisa terekam hingga ia dewasa. Oleh karena itu, para orang tua harus menyadari hal ini demi masa depan anak-anak Anda.

Kebalikannya, jika orang tua melakukan hal-hal yang baik di depan anak maka akan membawa efek positif juga baginya karena memori mereka akan merekam hal-hal yang positif juga. Misalnya anak dapat meniru orang tua yang mampu menahan emosinya ketika marah.

Berikut ini adalah beberapa kebiasaan buruk orang tua yang secara tidak sadar dilakukan dan dapat mengancam pembentukan pribadi anak.

1. Marah

Saat Anda marah, secara tidak sadar akan melakukan hal-hal yang tidak mereka sadari, seperti:

Membanting pintu

Melempar piring, sandal, atau barang lainnya

Mengucapkan kata-kata kasar

Memukul atau menendang

Sayangnya saat melakukan hal tersebut Anda tidak memperhatikan kondisi sekitar. Padahal anak Anda sedang merekam memori di dalam kepalanya.

Yang membuat kondisi lebih miris adalah ketika orang tua justru mengajarkan anak untuk tidak terlalu emosi saat marah sementara Anda sendiri melakukan hal tersebut. Inilah salah satu kekonyolan orang tua dengan menuntut anaknya untuk tidak marah berlebihan akan tetapi tetap dilakukan oleh Anda di depan mereka.

2. Merokok

Salah satu kebiasaan banyak orang tua yang sulit untuk dilepas adalah merokok. Penting diperhatikan untuk orang tua yang merokok namun melarang anaknya untuk merokok. Beberapa orang tua bahkan dapat menjelaskan panjang lebar mengenai bahaya merokok. Ironisnya lagi ketika berbicara mengenai hal tersebut, Anda justru mengucapkannya sambil merokok.

Ini merupakan hal konyol yang kadang dilakukan oleh orang tua, yang membahayakan bagi anak karena ia belajar untuk menjadi pribadi yang tidak berbeda jauh dari orang tuanya.

3. MENJAGA KEBERSIHAN

Setiap orang tua pasti mengajarkan kebersihan pada anak-anaknya dengan tujuan agar anak mereka memiliki gaya hidup bersih. Namun sayangnya, ada beberapa orang tua yang mampu memberikan penjelasan mengenai kebersihan kepada anak-anaknya namun mereka sendiri belum memberikan contoh kepada anak-anaknya.

Contohnya seperti membuang sampah sembarangan, menaruh barang seenaknya, tidak membereskan rumah, ataupun menaruh baju kotor sembarangan.

Dalam hal ini jika terus didiamkan maka anak akan mengalami kebingungan. Ia akan merasa bingung mana yang harus mereka lakukan karena apa yang mereka dapatkan informasinya tidak sesuai dengan apa yang mereka lihat dari Anda. Pada akhirnya, anak-anak cenderung melihat apa yang orang tua lakukan, bukan yang orang tua ucapkan.

4. MINUM MINUMAN KERAS

Ada orang tua yang memiliki kebiasaan minum minuman keras, baik di rumah maupun diluar rumah. Para orang tua sebenarnya mengetahui bahaya dari minuman keras tersebut namun mereka tetap menikmatinya.

Nah, yang disayangkan di sini adalah ketika para orang tua melakukan kegiatan tersebut di depan anak-anaknya. Padahal mereka mengetahui efek buruk dari minuman tersebut. Maka secara tidak langsung orang tua sama saja mengajarkan pada anaknya untuk meminum minuman keras.

5. MENGUCAPKAN KATA KASAR

Kebiasaan orang tua mengucapkan kata kasar otomatis akan terbawa pada anak-anak mereka. Jangan heran jika pihak sekolah memanggil orang tua karena anaknya mengucapkan kata kasar. Setelah dilakukan konseling oleh gurunya, anak mengatakan bahwa orang tua juga mengucapkan hal yang sama dirumah.

Jika anak memiliki kebiasaan mengucapkan kata-kata kasar maka secara tidak langsung juga akan melakukan tindakan yang kasar.

6. BERPAKAIAN TIDAK SOPAN

Beberapa orang tua mencoba mengikuti trend berpakaian yang sedang model saat ini, oleh karena itu mereka akan menggunakan pakaian yang kekinian, termasuk juga pakaian yang terlalu terbuka. Yang disayangkan di sini orang tua belum dapat menempatkan diri kapan dan dimana mereka menggunakan pakaian tersebut.

Yang lebih membahayakan saat orang tua menggunakan pakaian yang kurang sopan ketika bersama anak-anaknya terutama yang masih usia kanak-kanak. Hal ini akan membentuk anak untuk tidak menghargai tempat dimanapun mereka berada dengan berpakaian semau mereka.

Nah, jika para orang tua sudah menyadari kebiasaan buruk tersebut sebaiknya sekarang lebih berhati-hatilah dalam melakukan suatu tindakan agar tidak menimbulkan bahaya yang merugikan bagi anak. Demikian bahasan Sukawu.com mengenai kebiasaan buruk orang tua yang bisa membawa dampak negatif untuk anak.

Semoga dapat memberikan sedikit gambaran tentang hal-hal yang sebaiknya dihindari orang tua, agar dapat mendidik anak lebih baik lagi.

Ayo Bagikan:

Comments

comments

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *