Press "Enter" to skip to content

Orang Tua Kadang Sibuk Memikirkan Agar Anak Sukses dan Kaya, Tapi Lupa Untuk Membuat Anak Jatuh Cinta Padanya

Ayo Bagikan:

Orang Tua Jangan Lupa Membuat Anak Jatuh Cinta Padamu

Hidup tanpa ada cinta rasanya hampa. Menjalani kehidupan tanpa pernah merasakan cinta dan kasih sayang tentu akan terasa berat. Apalagi bila cinta itu tidak kita dapatkan dari orang-orang terdekat. Dari keluarga, dan terutama dari anak-anak.

Bayangkan anak-anak kita malah tidak pernah jatuh cinta pada kita, orang tuanya. Bisa jadi apa yang kita lakukan padanya, mengausuh dan memberinya makan, tidak membuatnya merasakan kasih sayang orang tua.

Bayangkan saat anak-anak sudah sukses dan berlimpah harta, namun ia tak pernah merasa perlu rindu pada Ayah Ibunya. Ia sibuk dengan dunianya sendiri dan malah mengabaikan kita.

Tentu kita tidak ingin hal itu terjadi.

Namun ternyata kadang kita lupa bahwa anak belum tentu mencintai orang tuanya. Kita seringkali menganggap bahwa sudah seharusnya anak-anak mencintai kita, tapi kita lalai untuk membuatnya jatuh cinta. Lantas darimana cinta itu bakalan datang? Apalagi seiring anak tumbuh dewasa ia makin mandiri dan bisa jadi makin melupakan cinta pada orang tuanya.

Bentuk cinta orang tua pada anak-anaknya

Judith E. Carroll, PhD, seorang peneliti dari University of California (UCLA) di Los Angels mengatakan bahwa cinta dan kasih sayang dari sosok orang tua akan membuat anak merasa terlindungi dari tindakan kasar yang kemungkinan besar berdampak pada kesehatan anak ketika beranjak dewasa.

Ada berbagai macam bentuk cinta yang bisa dilakukan orang tua untuk anak-anaknya. Diantaranya adalah; sentuhan fisik. Bisa berupa ciuman, pelukan, dan usapan lembut pada anak. Sentuhan fisik merupakan bentuk tindakan emosional yang kongkirt. Memeluk adalah bahasa cinta yang paling kuat, sehingga sering memeluk anak adalah salah satu bentuk cinta kita padanya.

Selain itu, bentuk cinta orang tua bisa juga berupa perhatian. Mungkin kita akan mengaku sudah memberi perhatian pada anak. Ya, betul. Bisa jadi kita sudah memenuhi kebutuhannya. Namun, agar anak makin cinta pada kita, lakukanlah hal yang lebih.

Anak membutuhkan perhatian orang tua dalam bentuk yang cukup sederhana, seperti meluangkan waktu untuk bermain, belajar dan berkumpul bersama. Semakin banyak kebersamaan anak dengan orang tua, maka akan semakin berpengaruh baik bagi kepribadian anak dan hubungan sosial anak dengan orang lain.

Jangan gengsi mengatakan cinta pada anak-anak

Cinta membutuhkan lebih banyak kata. Tak hanya perlu dibuktikan dengan perbuatan, tapi cinta juga perlu dikatakan. Seperti halnya pasangan kita yang senang bila mendengar kata cinta, begitu pula anak-anak.

Namun kadang orang tua merasa gengsi untuk mengatakan cinta pada anaknya. Karena itu anak-anak pun jarang yang menyatakan cinta pada kedua orang tuanya. Bisa jadi karena jarangnya kita berkata cinta saat anak-anak masih kecil, maka saat anak-anak sudah besar ia jadi enggan menyatakan cinta pada kedua orang tuanya.

Jangan gengsi menyatakan cinta pada anak-anak. Mengatakan padanya bahwa kita begitu menyayanginya. Gengsilah saat anak-anak ternyata malah malu menyatakan cinta pada orang tuanya.

Berusahalah untuk berlaku adil pada anak

Orang tua yang mempunyai anak lebih dari satu harus bisa berusaha sebaik mungkin untuk berbuat adil pada anak-anaknya. Dalam salah satu bukunya, Fauzil Adhim, menuliskan sebuah kisah tentang bapak tua renta yang tidak pernah dikunjungi salah satu anaknya.

Sebabnya dulu bapaknya tidak pernah memberi anak itu perhatian, meskipun hanya panggilan sayang. Semua anak-anak mendapat fasilitas dan perhatian yang cukup kecuali anak tersebut.’

Akibatnya si anak merasa dikucilkan, dan tak ada rasa sayang dan rindu pada orang tuanya.

Maka kita harus selalu mengingat pesan dari Rasulullah SAW, “Berlaku adillah terhadap anak-anak kalian dalam pemberian seperti kalian suka apabila mereka berlaku adil terhadap kalian dalam hal berbakti dan kelembutan.”

Perlakuan adil ini bakal mencegah anak dari sifat iri, permusuhan, kebencian dan dengki di dalam hatinya. Ia juga bisa menjauhkan anak dari rasa cinta pada saudara dan orang tua. Tentu saja hal ini tidak kita inginkan.

Mari kita berusaha untuk membuat anak jatuh cinta pada kita. Jangan sampai kita sibuk menuntut anak untuk memenuhi keinginan dan ambisi orang tuanya, namun kita gagal dalam menghadirkan cinta di hatinya.

Anak-anak yang tumbuh dengan rasa cinta pada orang tua adalah sebuah kebahagiaan yang tiada tara.

“Anak-anak sangat perlu tahu -dan mendengar dengan cara yang dapat mereka pahami dan ingat – bahwa mereka dicintai dan dihargai oleh Ayah dan Ibunya.” – Paul Small

Ayo Bagikan:

Comments

comments

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *