Press "Enter" to skip to content

Maunya Sih ya, Istri Marah, Suami Sabar Dong. Istri Manja, Suami Hibur Dong. Istri Lelah, Suami Paham Dong. Maunya Sih Gitu, Tapi..

Ayo Bagikan:

Bismillaah

Ada saat-saat istri tau untuk ga bermanja-manja dengan suaminya (meskipun hatinya sangat ingin) hanya karena….

“kayanya ga pas aja waktunya…”

Dibalik sikap istri yang kadang masih sering kekanak-kanakan dan baperan, sebetulnya mereka paham bahwa dalam berumah tangga ada saat kita harus menahan diri.

Yang harus suami peka (dan sebaliknya) adalah jangan sampe timbunan ‘menahan diri’ itu meledak suatu waktu karena terus menerus ga terpenuhi.

Dalam hubungan suami istri memang ada saat,

Suami mendengar, istri bicara.
Suami bicara, istri mendengar.

Suami marah, istri bersabar.
Istri marah, suami bersabar.

Suami manja, istri ngemong.
Istri manja, suami ngemong.

Suami lelah, istri menghibur.
Istri lelah, suami menghibur.

Dua-duanya mau bicara.
Salah satu ngalah.

Dua-duanya mau marah.
Salah satu ngalah.

Dua-duanya ngerasa lelah.
Salah satu ngalah.

Maunya sih yah,
Istri marah, suami sabar dong.
Istri manja, suami hibur dong.
Istri lelah, suami paham dong.

Ih egois pisan kan….maunya sih emang gitu tapi ya ga akan ada titik temu.

Istri juga seringkali cuma butuh vitamin P tiap hari.

Pelukan.
Obat mujarab tanpa harus banyak berkata-kata.

Ya lebih mujarab lagi mungkin…..
*mulaingelunjak

Intinya bukan tentang melulu siapa salah siapa benar lalu menjadi siapa kalah siapa menang.
Tapi siapa yang mau mengalah demi kebaikan bersama.


Kebaikan dunia akhirat.

Ada saat sesuatu bisa diselesaikan.
Ada saat hanya bisa dilupakan.
Di-yaudahlah-kan.

Sebisa mungkin saling mengikhlaskan.

Saat kita mengalah ga bermanja-manja, ga mengeluh dll dengan suami, menyerahkan masalah hanya pada Allah, maka disaat itulah kedewasaan kita akan terbina, juga perlahan-lahan keimanan kita akan terperbaiki.

Asalkan,

Kita benar memilih tempat untuk mengadu.

Carilah pertolongan dengan sabar dan shalat.

Jadikan sabar dan shalat sebagai penolong.

Sesungguhnya yang demikian itu amat berat kecuali bagi yang khusyu.

Hanya Allah yang menguasai seluruh keadaan.

Masalah ga akan merusak kejiwaan kita asalkan kita benar menanganinya.
Asalkan kita ingat Siapa yang akan menyelesaikan.

Jangan terpuruk, kalo ada keluhan, keletihan, kekecewaan, sakit hati, dll, cepetan bangkit.
Jangan merugikan diri sendiri.

Banyak waktu terbuang sia-sia dengan memikirkan hal negatif apalagi prasangka.

Banyak hal positif bisa dikerjakan demi kebaikan dunia akhirat kita.

Jangan lupa minta sama Allah supaya Allah memberi dan mengelilingi kita dengan teman-teman yang solehah, yang memberikan aura positif setiap harinya…

Dijauhkan dari segala keburukan dan penyakit hati diri sendiri maupun orang lain.

Semangat kebaikan itu menular
Mau berbuat kebaikan apa hari ini?

Smoga Allah perbaiki yang masih sangat banyak kekurangan.

Barakallaahu fiik
Bunda kaska

Hai, Suami.. Uang Bukanlah Segalanya yang Diinginkan Para Istri, Ia Lebih Butuh Perhatian, Kenyamanan dan Ketenangan

Ketahuilah Para Suami…

Tidak selalu materi melimpah yang dinantikannya.
Dia percaya bahwa banyak / sedikitnya materi yang kau beri, bukan masalah baginya.

Tidak semua istri berpikir segalanya selesai bila materi tercukupi.
Ada sebagian wanita lebih membutuhkan kasih sayang, kenyamanan, perhatian dan ketenangan dibanding dengan materi melimpah yang kau beri.

Bila kau anggap sudah cukup dengan memberikannya kecukupan materi. Tidaklah benar

Ingatkah akan janji yang diucap saat akad ? Ingatkah bagaimana manisnya saat kau pinang dirinya dari ayahandanya ? Ingatkah bagaimana kau meyakinkan ia untuk mau bersanding denganmu ?

Kemanakah semua itu ? Mengapa kini hilang begitu saja ?

Jangan sampai ambisi akan dunia melalaikanmu dalam beribadah kepada-Nya.

Berbuat baik pada istri, bersedekah melalui perhatian, memberikan ketenangan padanya dan kasih sayang yang cukup pun ibadah kepada-Nya.

Wahai, Suami.. Ini Mengungkapkan Rasa Cinta Kepada Istri, Dan Mengajak Istri Beribadah Bersama

Dear Ayah Bunda,

Dalam berbagai kesempatan Rasulullah selalu menjelaskan dengan gamblang tingginya kedudukan wanita disisi beliau. Mereka kaum hawa memiliki kedudukan yang agung dan derajat yang tinggi. Rasulullah pernah menjawab pertanyaan Amr bin Al Ash ra seputar masalah ini, beliau jelaskan padanya bahwa mencintai istri bukanlah hal yang tabu  bagi seorang lelaki yang normal.

Amr bin Al Ash ra pernah bertanya kepada Rasulullah saw : “ Siapakah orang yang paling anda cintai? “ beliau menjawab : “ Aisyah “. (mutafaqun alaihi)

Bagi yang mengidamkan keharmonisan rumah tangga, hendaklah sering-sering membaca kisah-kisah Aisyah bersama Rasulullah saw. Dan mempelajari bagaimana kiat-kiat Rasulullah saw membahagiakan Aisyah ra.

AJAK ISTRI UNTUK BERIBADAH BERSAMA

Suasana rumah tangga Rasulullah yang penuh kebahagiaan dan keharmonisan memang sudah selayaknya menjadi contoh untuk kita semua. Suasana harmonis seperti itu hanya dapat terwujud dengan bimbingan taufik dan hidayah dari Allah. Salah satu faktor terbinanya rumah tangga yang harmonis bahkan merupakan pilar utamanya adalah beribadah bersama. Suami hendaklah mengajak istrinya untuk beribadah bersama, shaum sunnah bersama, dan beberapa ibadah lainnya yang bisa dilakukan bersama-sama.

Rasulullah saw telah mencontohkan hal itu. Beliau senantiasa menganjurkan istri-istri beliau untuk giat dalam beribadah kepada Allah serta membantu mereka dalam melaksanakan ibadah, sesuai dengan perintah Allah swt.

“ Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rizki kepadamu , kamilah yang memberi rizki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa “. (thaaha 20 : 132)

Aisyah ra menceritakan : “ Rasulullah saw biasa mengerjakan shalat malam sementara aku tidur melintang di hadapan beliau. Beliau akan membangunkanku bila hendak mengerjakan shalat witir “. (mutafaqun alaihi)

Rasulullah saw menghimbau umatnya untuk mengerjakan shalat malam dan menganjurkan agar suami istri hendaknya saling membantu dalam mengerjakannya. Sampai-sampai sang istri boleh menggunakan cara terbaik untuk itu, yaitu dengan memercikkan air ke wajah suaminya, demikian pula sebaliknya. [reportaseterkini.net]

Ayo Bagikan:

Comments

comments

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *