Press "Enter" to skip to content

Ketika Istri Marah, dan Para Suami Bingung Harus Ngapain. Bacalah Ini Dulu…

Ayo Bagikan:

KETIKA BOJOMU NESU (ISTRIMU MARAH)

Teorinya, seorang wanita hanya ingin di peluk ketika marah, teorinyaaa.. Prakteknya, angel eram, kita pecah dulu permasalahannya.

Istri : adalah seorang wanita, (atau ada yang beristri pria? komen dibawah). Karakternya adalah, detail teradap hal-hal kecil, sensitif pada waktu-waktu tertentu, punya 3 siklus PMS, PRE MENS SYNDROME, PAS MENS SYNDROME, POST MENS SYNDROME. ketiganya insya Allah masa sensitif, ngamukan. Tidak mau cerita kalau ga ditanya, pokoke kita sing kudu PEKA.

Suami : adalah seorang pria. Suka yang TO THE POINT, terkadang gampang lupa, mudah minta maaf maupun memaafkan. Berfikir tidak sedetail wanita, yang sabar ya sabaar, yang ga sabar ya suka kepancing.

Dari uraian di atas, ada titik temu?

Yo raono!!

Ga ada, karena karakter kedua manusia ini memang berbeda. Jadi tidak jarang rumah tangga geger cuma karena pas tidur muka istri kesikut dan paginya suami ga minta maaf, lha wong tidur koq, mana ada orang sadar pas tidur? Jadi kalo paginya muka istri ketekuk, suami mana tau? Kecuali liat istri pipinya biru, baru dia nanya.

Tapi wahai para suami, kodratmu adalah MIKIR, memecahkan teka teki ketika istri tiba-tiba diam tak berbunyi. Yo kuwi takdirmu, nek gak terimo, yo ayo podo mangkat nang Thailand, operasi.

Karena ketika istrimu nesu, ga mungkin semudah itu dia menjawab “aku marah karena ini”, dan mungkin kata “maaf” tanpa pelukan juga ga bakal menyembuhkan bibir yang mecucu. Mentok2 pas ditanyain juga paling jawabnya “PIKIREN DEWE!!”

Demi menyelamatkan bahtera rumah tangga, pokoknya ini semua di tangan kalian wahai para suami. Itulah kenapa kata “talak” diucap istri 1990 kali, tetap saja kalian sah berhubungan badan secara agama, tapi kalo kalian yang bunyi walaupun hanya sekali, woh, jangan sekali-sekali kalian minta jatah, haram wisan.

Apa yang perlu dilakukan?

1. Jangan sekali sekali kamu tanya, “kamu kenapa sih?”, rabakalan dijawab, palingan we diuncali sutil sing sih panas bekas ngudek sego goreng, kuwipun nek bojomu isih sudi nggorengne sego awakmu.

2. Pasang muka senyum, suara lembut, pijitin mesra, biasanya istri menolak, tandanya badannya masih kaku semua. Baru kalo udah lemas, bisikin “maaf ya bun”. walaupun kamu ga tau salahmu apa, wes, kuwi cukup, ngko lak crito-crito dewe. Sekali lagi, ingat poin pertama, OJO TAKON..

3. Tawarkan bantuan untuk TAKE OVER pekerjaan yang setelah ini akan dia lakukan.
Misal lagi masak, munio “udah yang, aku aja yang cuci piring ya..”.
Misal lagi nyuci baju, munio “aku aja yang bilas sama njemur ya”.
Misal lagi tidur, bisikin “aku aja yang bangun ya..”.
Atau misal istrimu lagi DP rumah, munio “udah yang, aku aja yang beresin cicilannya yaa..”.

Pokoknya tawarkan bantuan apapun yang kamu mampu. Ini salah satu cara yang ampuh untuk memuluskan agar “proposal maaf” mu mudah di ACC.

4. Jangan didiamkan, ini yang agak sulit, karena suami-suami yang frekuensi ngambekan istrinya cukup RAPID, akan berfikir “opo maneeeh iki”. Tolong, buang jauh pikiran kuwi, karena kuwi wes takdir kita cah, tidak bisa diubah. Mendiamkan hanya akan membuat jatah nasi gorengmu absen selama beberapa hari, mau?

5. Jangan di nasihati, ini lagi, penting iki, ga bakalan masuk pas istrimu marah. Yakin lah, percoyo omonganku, iso iso di suntaki sego panas kowe nek wong nesu malah mbok nasihati.

6. Terakhir deh, PILLOW TALK. Ini saat dimana istrimu cukup tenang secara emosi, pas mau tidur. Pijitin dulu kakinya. kalo mbah dukun pijet pake jampi-jampi sambil meludah dikit-dikit, kalian hanya perlu senyum sambil muni “maaf”, wes kuwi wae kuncinya. Niscaya besok pagi kamu bakalan kembali sarapan nasi goreng, bahkan telornya 2, SPESIAL!!

Sebenarnya banyak cara lain yang mungkin suami suami diluar sana lakukan ben istrinya ga nesu. tiba-tiba ikut lelang tas Angel Lelga, atau mantengin GIVE AWAY di instagram Syahrini, banyak. Carilah mana yang sesuai dengan karakter istri kalian.

Nah, untuk para istri,

Ojo ngono-ngono banget laaah.. :p

Dwi J. Prasetyo

Ayo Bagikan:

Comments

comments

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *