Press "Enter" to skip to content

Ketahuilah Bahwa Menerima Istri Apa Adanya Dan Mencintai Istri Dengan Tulus Adalah Sifat Yang Harus Di Miliki Para Suami

Ayo Bagikan:

Dear Ayah Bunda,

Untuk dapat membahagiakan seorang perempuan, maka cobalah untuk menerima sosoknya dengan apa adanya. Begitu pun dengan istri Anda. Jika Anda merasa sulit memahami perasaan dan hati istri Anda, maka mungkin jalan lain adalah dengan menerima nya dengan apa adanya. Termasuk dengan menerima sikap jelek dan baiknya.

Jangan pernah membandingkan ia dengan orang lain atau berusaha keras untuk merubah istri Anda karena Anda ingin mereka seperti orang lain.

Hal ini justru akan menyakiti perasaannya. Ingatlah semua individu memiliki sifat dan kepribadian yang berbeda-beda. Dan perlu disadari jika pola pikir wanita jauh lebih kompleks daripada pria. Untuk itu, menerima mereka dengan apa adanya akan membantu Anda memahami istri Anda dengan lebih baik sehingga bisa membuatnya bahagia.

Mencintai Istri dengan Tulus
Poin yang juga tak kalah penting adalah dengan mencintai istri Anda dengan tulus. Cobalah untuk cintai istri Anda dengan tanpa pamrih atau mengharapkan hal tertentu sebagai imbalan atas pengorbanan yang Anda lakukan. Cobalah untuk mencintai mereka dengan ikhlas dan benar-benar berasal dari hati Anda terdalam. Dengan demikian perasaan tersebut akan sampai ke hati sang istri.

Mencintai seorang istri dan memahami perasaannya akan menjadi bagian yang membuat pernikahan menjadi lebih bahagia. Tak ada yang namanya cinta karena harta atau cinta sebab wajah jelita. Meski istri tak lagi sempurna melayani bahkan kulit sudah keriput, namun suami tetap saja berlaku baik dan setia kepada istri. Inilah yang begitu membahagiakan istri. Sebuah cinta yang tulus ikhlas.

Semoga bermanfaat yaa.. 🙂

Yuk, bagikan artikel ini jika Anda setuju dengan isinya..

WAHAI, SUAMI.. KETAHUI 5 HAL YANG PALING DIINGINKAN OLEH ISTRI INI…

Dear Ayah Bunda,

Menurut riset yang dilakukan oleh majalah Al Farhah, inilah 5 hal yang paling diinginkan oleh seorang istri.
1. Suami mampu mengemban tanggung jawab

Berdasarkan riset tersebut, hal pertama yang paling banyak diinginkan wanita dari suaminya adalah tanggung jawab. Suami mampu mengemban tanggung jawab sebagai kepala rumah tangga, sebagai pemimpin bagi istri dan anak-anaknya, sebagai imam dalam keluarga.

Hasil riset ini juga membuktikan kebenaran Al Qur’an bahwa ar rijaalu qawwamuuna ‘alan nisaa’. Secara fitrah, sehebat apa pun wanita, ia memiliki sisi lemah yang perlu kehadiran laki-laki sebagai pemimpinnya. Hasil riset ini juga menjungkirbalikkan doktrin feminisme yang menghendaki kesetaraan dalam rumah tangga dan LGBT yang menghalalkan perkawinan sejenis.

2. Memahami pendapat istri dan menghargainya

Hal kedua yang paling diinginkan istri dari suaminya sebagaimana dikutip Dr Karim Asy Syadzili dalam Buku Kado Pernikahan adalah, para istri ingin pendapatnya dipahami dan dihargai.

Meskipun suami pemimpin, bukan berarti boleh otoriter dan seenaknya sendiri. Ia perlu memahami istrinya dan menghargai pendapatnya. Dalam riset itu ditemukan fenomena bahwa sebagian suami jika berbicara kepada istrinya seperti berbicara pada bawahan dan ketika memerintah ingin segera ditaati tanpa melihat kondisi istri. Hal ini tidak diinginkan oleh kaum wanita.

3. Istri ingin selalu disayang dan mendapatkan perlakuan romantis

Hal ketiga yang paling diinginkan istri adalah tampaknya kasih sayang dalam hubungan mereka. Istri juga mengharapkan suaminya bersikap romantis.

Wanita sanga senang jika mendengar kata cinta dan rayuan dari suaminya. Baginya, itu adalah bukti cinta. Sementara suami, umumnya jarang berbicara apalagi kata-kata cinta.

https://www.instagram.com/nuramirah11/

4. Mendapatkan rasa aman

Rasa aman dari suami berarti suami melindunginya. Tidak justru sering memarahi, menyalahkan, mengumpat dan sejenisnya yang membuat istri merasa tidak aman berada di dekatnya.

5. Memaafkan jika istrinya salah

Para istri menyadari bahwa mereka juga bisa salah. Mereka juga mengakui pernah melakukan kesalahan. Yang mereka inginkan, suami mau memaafkan kesalahan mereka. Tidak justru memendam dendam atau mengungkit-ungkit kesalahan di masa lalu.

Bagaiamana, sudah tahu kan..? 🙂

Semoga bermanfaat yaa.. 🙂

Ayo Bagikan:

Comments

comments

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *