Press "Enter" to skip to content

Ini Rahasia yang Harus Diketahui Para Suami Untuk Meredakan Amarah dan Kesedihan Istri

Ayo Bagikan:

INI RAHASIA YANG HARUS DIKETAHUI PARA SUAMI UNTUK MEREDAKAN AMARAH & KESEDIHAN ISTRI…

Sebuah rumah tangga tanpa pertengkaran ibarat sayur tanpa garam. Gak ada manis-manisnya gitu deh, eh salah ding, gak ada asin-asinnya gitu deh.

Pertengakaran kecil bagi orang yang mengarungi mahligai rumah tangga pastilah ada. Tidak bisa tidak. Bayangkan saja, dua kepala yang sebelumnya tidak saling kenal. Berbeda latar belakang pendidikannya. Berbeda bagaimana cara dibesarkan, tentu akan berbeda pula dalam memandang sesuatu.

Perbedaan cara pandang inilah yang kadang menyebabkan pertengkaran-pertengakaran kecil dalam rumah tangga.

Nah, yang perlu dipahami adalah pertengkaran kecil tidak akan merusak kebahagiaan berkeluarga. Tidak, sekalipun tidak akan pernah. Apabila kita saling memahami bahwa berumah tangga tidak melulu soal bahagia semata.

Kata guru saya, itulah salah satu alasan kenapa tidak boleh hanya mendoakan agar mempelai pengantin untuk berbahagia semata, tapi juga harus ada sakinah, rasa sayang yang terus tumbuh dan barakah. Singkatnya keluarga samawa.

Dalam situasi sakinah, pertengkaran kecil tidak akan membuat oleng bahtera. Tidak akan membuat karam kapal kita. Tapi malah akan makin menumbuhkan rasa sayang.

Pertengkaran kecil itu bisa disebabkan apa saja. Disebabkan oleh hal-hal yang kadang kita anggap sepele. Yang mungkin di mata suami, itu tidak penting tapi di mata istri adalah hal yang amat penting. Dan sebaliknya.

Ini pernah saya alami. Begini ceritanya. Malam itu saya pulang larut malam. Memang sudah menjadi kebiasaan sejak masih jomblo. Setelah selesai kerja, sorenya ngopi dan nongkrong bareng teman-teman. Ngobrol kesana kemari hingga lupa waktu. Tahu-tahu jam sudah menunjukkan 00.00

Saat saya sampai di rumah ternyata istri belum tidur. Ia tampak hanya tiduran di kamar sambil bermain hape.

“Kok belum tidur,” tanya saya. Ia diam saja. Tak menjawab. Saya tak memperhatikan dia. Saya lepas jaket, tas, dan lekas ke kamar mandi untuk cuci kaki, cuci muka dan gosok gigi.

Kembali ke kamar, saya ambil kaos tidur di lemari. Istri masih saja diam.

“Kenapa?” tanya saya lagi.

Ia tak menjawab. “Kok diam aja sih..”

“Masak tiap hari pulang malam terus,” katanya dengan nada ketus.

Oh, ya. Akhirnya saya tahu pokok masalahnya. Heem, jadi istri saya sebal karena kebiasaan saya ini. Kerap sekali pulang malam. Padahal dulu sejak awal sudah saya jelaskan hal ini.

Selanjutnya ia menumpahkan semua kekesalan karena saya selalu pulang malam. Saya diam saja. Membiarkan ia bicara terus. Sesekali nampak ia sesenunggukan menahan tangis.

Saya diam saja. Saya dekap bahunya. Saya peluk.

Nah, sebenarnya ada berapa tips untuk mengahadapi pertengkaran kecil yang kadang dialami oleh setiap rumah tangga.

Tak jarang saat istri marah-marah begini, maka suami akan membalasnya dengan lebih marah. Padahal tindakan itu sangat salah. Ketika istri ngomel, maka diamlah. Dengarkan saja. Jangan dilawan, karena bila melawan keadaan malah makin runyam.

Konon katanya, seorang wanita memang perlu mengeluarkan kekesalannya pada apa yang dianggap salah.

Yang kedua, peluklah istri. Sebuah pelukan sangat efektif dalam meredam berbagai gejolak emosi. Memeluk istri juga bermanfaat untuk menambah keromantisan. Pun bisa mendengar suara istri dengan lebih jelas.

Orang marah-marah dan berteriak karena merasa bahwa orang yang diajak bicara tidak menanggapinya. Maka dengan memeluk, kita bisa lebih dekat dan bisa menanggapi amarah istri dengan lebih baik. Lebih dekat. Hal ini juga membantu komunikasi antara suami istri.

Sebuah pelukan bisa membantu meringankan beban istri. Sebuah pelukan seperti oase di padang pasir yang gersang. Ia menjadi mata air yang mampu memberikan kesegaran dan menuntaskan lelah karena berbagai macam tekanan dan stress. Dan ini sudah terbukti secara ilmiah. Pelukan mampu mengurangi jumlah hormon stress kortisol yang diproduksi dalam tubuh.

Memeluk istri saat marah juga bisa mengubah suasana hatinya. Ia akan menjadi lebih tenang, lebih merasa dilindungi. Ia akan bisa menumpahkan segala kekesalan dalam hatinya tanpa kuatir merasa menyakiti hati suaminya.

Ketiga, hindari sebuah perdebatan. Adu argumen yang tidak perlu. Adu pendapat hanya bisa dilakukan dengan kepala dingin, bukan saat hati dan kepala panas.

Setelah tuntas semua uneg-unegnya, layani istri. Ambilkan ia air minum untuknya setelah kekesalannya mereda. Jangan pas dia sedang marah, wah, bisa-bisa airnya nanti malah di guyurkan pada kita. Ingat, setelah amarahnya mereda.

Nah, kalau cara-cara diatas belum berhasil, ada satu lagi cara yang katanya tingkat keberhasilan untuk meredakan pertengkaran dengan istri bisa mencapai 99%.

Apa itu?

Jadi gini, peluklah istri, lalu bisikkan ke telinganya dengan nada mesra. “Sayang, besok pagi kita ke mall ya. Sayang boleh belanja apa pun. Baju-baju atau tas-tas, atau apa yang disuka. Boleh…

Dijamin hal itu bakal meredakan pertengkaran serta kesedihan istri. Hasilnya rumah tangga akan kembali harmonis dan penuh cinta.

Lah, kalau tidak berhasil? Ulangi dari langkah pertama di atas yaa…

Ayo Bagikan:

Comments

comments

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *