Press "Enter" to skip to content

Bunda, Please.. Baca Ini Dulu..! Ini Dampak “MENGERIKAN” Main HP Sambil Mengasuh Anak..

Ayo Bagikan:

DAMPAK NEGATIF MAIN HP SAMBIL MENGASUH ANAK

Bagi para ibu yang memiliki anak balita, terutama yang anak balitanya masih suka digendong, sebaiknya hindari menggunakan gadget saat mengasuh.

Sebuah penelitian dari Universitas California, Amerika Serikat, membuktikan, menggendong atau mengasuh balita sembari tetap menggunakan gadget tidak baik untuk perkembangan otak bayi.

Penelitian itu dilakukan dengan mengamati ibu yang merawat bayinya sambil tetap aktif menggunakan gadget.
Selama penelitian itu teramati, perhatian si ibu akan terpecah antara gadget dengan bayi. Misalnya, ketika ada notifikasi dari whatsapp, facebook, BBM, atau media sosial lainnya, si ibu cenderung mengeceknya langsung sebelum akhirnya kembali lagi perhatiannya pada si bayi.

Menurut Dr. Tallie Z Baram yang mengepalai penelitian, perawatan bayi yang konsisten dari si ibu sangat penting bagi perkembangan otak bayi. Hal itu karena rangsangan dan stimulus yang terus menerus akan memperkuat pertumbuhan jaringan sel saraf si bayi.

Baram mengatakan, bagian otak yang bernama dopamine-receptor merupakan ‘jalan’ kesenangan otak pada bayi perkembangannya belum matang.

Kematangan bagian otak ini bisa dirangsang melalui rangsangan yang dilakukan ibunya secara teratur, dan konsisten. Bila keteraturan itu tidak diperoleh, sistem ‘jalan’ kesenangan itu sulit untuk matang dan dampak selanjutnya, si bayi akan gampang depresi yang terbawa hingga dewasa.

Karena itu, Baram menyarankan para ibu untuk mematikan atau menjauhkan gadget saat merawat bayi dan memberikan perawatan yang konsisten.

Selain itu, konsentrasi ibu yang terpecah antara merawat bayi dan gadget berpotensi mengganggu perkembangan bahasa anak dan merusak ikatan sosial antara anak dengan orang tua.

Logikanya, karena lebih memilih aktif menggunakan gadget, ibu lupa berdialog dengan si bayi. Padahal, mengajak bayi bercakap merupakan cara ibu memnperkenalkan bahasa pada bayi.

(Yanuar Jatnika/ Sumber : Buku “Didiklah Anak Sesuai Zamannya” karangan Nyi Mas Diane Wulansari, 2017.)

Ubah 3 Hal Ini, Anak Akan Patuh pada Anda

Setiap manusia memiliki watak yang berbeda-beda. Ada yang lembut, ada juga yang keras. Namun sebagai orang tua tidak harus mencari berbagai alasan ataupun marah, berteriak dan berdebat dengan putra-putri anda yang aktif, cerdas dan pandai berkilah. Karena orang tua yang bijak cukup hannya mengulangi perintahnya dengan lembut, ramah dan tenang.

Semua hal yang belum diketahui oleh buah hati Anda tentang apa itu kewajiban menaati kedua orang tuanya adalah sesuatu yang wajar. Maka Anda harus sabar menghadapinya karena bisa jadi sikap yang kita anggap membangkang karena anak tidak melaksanakan perintah Anda adalah karena mereka tidak faham dengan maksud anda.

Berdasarkan pengalaman, ada beberapa faktor yang membuat anak Anda tidak patuh pada perintah Anda;

Cara memberi perintah
Perintah yang mengambang membuat anak tidak tahu maksud yang anda inginkan. Misalnya perkataan anda pada anak, “Bereskan kamarmu, jadilah anak yang sopan dan jangan nakal”. Contoh seperti itu adalah perintah yang mengambang dan tidak definitif. Anak tidak faham dengan maksud kata sopan dan nakal. Itu yang membuat anak anda terkesan nakal dan membangkan di mata Anda.

Oleh karena itu perintah anda harus definitif. Misal, apabila Anda memerintah untuk membereskan kamar maka Anda bisa membagi tugas-tugas tersebut menjadi tugas kecil. Misal, “rapikan tempat tidurmu, sapu lantai kamarmu”. Dan begitu juga ketika Anda meminta anak anda untuk bersikap sopan dan tidak nakal maka anda juga harus mendeskripsikan kata sopan dan nakal karena anak anda tidak memahami itu. Misal, ketika anda mengajak anak anda bertamu tiba-tiba ia lari-lari di ruang tamu dan tidak sengaja menabrak kursi yang ada di sana. Maka jangan katakan “yang sopan nak, jangan nakal”. Tapi katakan kepadanya, “silakan duduk dengan tenang”.

Tidak menyadari perintah Anda
Terkadang pada saat Anda berbicara pada buah hati Anda, mereka tidak menaruh perhatian pada Anda. Misalnya, Anda berbicara pada anak yang sedang asyik makan, sedang asyik bermain, atau menyimak, dan lain-lain. Dalam kondisi seperti ini, anak Anda sedang sibuk dan kesadarannya tidak tertuju pada Anda tetapi mereka sedang fokus dengan apa yang sedang dikerjakannya. Pada saat itu ia tidak akan mendengarkan ucapan Anda dan pasti akan menganggap anak Anda membangkang.

Saat anak Anda sedang sibuk sebaiknya Anda menasehatinya berulang-ulang dan tanyakan padanya apakah ia tahu bahwa Anda sedang berbicara padanya. Kalau anak masih belum menyadari ucapan atau maksud Anda, maka sentuhlah ia dengan tangan lembut agar ia menatap Anda, kemudian mintalah sekali lagi tanpa emosi dan berteriak.

google image

Waktu yang tidak tepat

Terkadang Anda meminta sesuatu kepada anak Anda untuk melakukan apa yang Anda perintahkan dengan segera. Tetapi mereka dalam kondisi yang tidak menginginkan untuk melakukan hal itu sehingga ia menundanya. Dan terkadang ia pun menolaknya. Misalkan, ketika anak Anda ada masalah dengan temannya lalu Anda menyuruhnya untuk meminta maaf dengan segera, dan ia tidak mau.

Lalu anda mengulangi permintaan Anda dan terus memotivasinya tetapi anak Anda masih enggan. Sudah pasti pada saat itu Anda akan mengatakan bahwa anak tidak patuh dengan perintah Anda. Padahal penolakan anak Anda adalah karena ia masih butuh waktu agar bisa menerima keadaan dan akan melaksanakan perintah Anda.

Kalau Anda ingin buah hati bisa melakukan semua yang Anda instruksikan kuncinya hanyalah sabar dan menunggu ia siap untuk melakukannya. [Umahatun Fauziyah/Webmuslmah]

Ayo Bagikan:

Comments

comments

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *