Press "Enter" to skip to content

Awalnya Diam2 Simpan Uang Sendiri Karena Tak Percaya Pada Istri yg Hobinya ke Mall, Namun Setelah Semua Keuangan Dipegang Istri Suaminya Malah Terheran-heran

Ayo Bagikan:

Punya Bini hobinya ke Mall, 
Selera belanjanya tinggi,
Kadang suka mikir ape sanggup ngempaninnye ?
Kalaupun sanggup, ape munggkin bisa nyimpen buat masa depan.
Diem diem nyimpen tanpa sepengetahuan bini,

Niatnye bagus buat tabungan masa depan,
Faktanya ?

Seringkali tergoda hoby,
Seringkali tergoda traktir temen,
Seringkali tergoda beli barang yg ngak penting,
Ujung2 nye ngak ada yg ke kumpul, malah sering kali jatah rumah terpakai.

Akhirnya kasih aja semua ke Bini,
Mau di apain terserah,
Abis abis dah sekalian,

Anehnya, 
Bini belanja belanja mah biasa aja
Rezeqi ngalir ngalir aja tambah deres,
Yang ngak biasa …..
Anak sekolah di sekolah terbaik,
Mobil kebeli,
Rumah kebeli,
Jalan jalan tiap tahun,
Naik haji terlaksana,
Ini bini yg bisa atur keuangan atau
Barokah karena Bini kita senengin ???

Percaya deh, ngak ada yg namanya pengeluaran cuma cuma selama di pergunakan Bini dan Keluarga.

Jangan sok bisa ngatur keuangan,
Karena Keuangan akan Barokah dan bertambah seiring dengan kepercayaan kita terhadap Bini.
Ngak percaya ?????
Sama…….dulu juga ngak percaya ^#%#&@
Sekarang mah 1000 % percaya.

dari fesbuknya Budi Yuliyanto

Hai, Suami.. Uang Bukanlah Segalanya yang Diinginkan Para Istri, Ia Lebih Butuh Perhatian, Kenyamanan dan Ketenangan

Ketahuilah Para Suami…

Tidak selalu materi melimpah yang dinantikannya.
Dia percaya bahwa banyak / sedikitnya materi yang kau beri, bukan masalah baginya.

Tidak semua istri berpikir segalanya selesai bila materi tercukupi.
Ada sebagian wanita lebih membutuhkan kasih sayang, kenyamanan, perhatian dan ketenangan dibanding dengan materi melimpah yang kau beri.

Bila kau anggap sudah cukup dengan memberikannya kecukupan materi. Tidaklah benar
Ingatkah akan janji yang diucap saat akad ? Ingatkah bagaimana manisnya saat kau pinang dirinya dari ayahandanya ? Ingatkah bagaimana kau meyakinkan ia untuk mau bersanding denganmu ?

Kemanakah semua itu ? Mengapa kini hilang begitu saja ?

Jangan sampai ambisi akan dunia melalaikanmu dalam beribadah kepada-Nya.
Berbuat baik pada istri, bersedekah melalui perhatian, memberikan ketenangan padanya dan kasih sayang yang cukup pun ibadah kepada-Nya.

:: Wahai, Suami.. Ini Mengungkapkan Rasa Cinta Kepada Istri, Dan Mengajak Istri Beribadah Bersama

Dear Ayah Bunda,

Dalam berbagai kesempatan Rasulullah selalu menjelaskan dengan gamblang tingginya kedudukan wanita disisi beliau. Mereka kaum hawa memiliki kedudukan yang agung dan derajat yang tinggi. Rasulullah pernah menjawab pertanyaan Amr bin Al Ash ra seputar masalah ini, beliau jelaskan padanya bahwa mencintai istri bukanlah hal yang tabu bagi seorang lelaki yang normal.

Amr bin Al Ash ra pernah bertanya kepada Rasulullah saw : “ Siapakah orang yang paling anda cintai? “ beliau menjawab : “ Aisyah “. (mutafaqun alaihi)

Bagi yang mengidamkan keharmonisan rumah tangga, hendaklah sering-sering membaca kisah-kisah Aisyah bersama Rasulullah saw. Dan mempelajari bagaimana kiat-kiat Rasulullah saw membahagiakan Aisyah ra.

AJAK ISTRI UNTUK BERIBADAH BERSAMA
Suasana rumah tangga Rasulullah yang penuh kebahagiaan dan keharmonisan memang sudah selayaknya menjadi contoh untuk kita semua. Suasana harmonis seperti itu hanya dapat terwujud dengan bimbingan taufik dan hidayah dari Allah. Salah satu faktor terbinanya rumah tangga yang harmonis bahkan merupakan pilar utamanya adalah beribadah bersama. Suami hendaklah mengajak istrinya untuk beribadah bersama, shaum sunnah bersama, dan beberapa ibadah lainnya yang bisa dilakukan bersama-sama.

Rasulullah saw telah mencontohkan hal itu. Beliau senantiasa menganjurkan istri-istri beliau untuk giat dalam beribadah kepada Allah serta membantu mereka dalam melaksanakan ibadah, sesuai dengan perintah Allah swt.

“ Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rizki kepadamu , kamilah yang memberi rizki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa “. (thaaha 20 : 132)

Aisyah ra menceritakan : “ Rasulullah saw biasa mengerjakan shalat malam sementara aku tidur melintang di hadapan beliau. Beliau akan membangunkanku bila hendak mengerjakan shalat witir “. (mutafaqun alaihi)

Rasulullah saw menghimbau umatnya untuk mengerjakan shalat malam dan menganjurkan agar suami istri hendaknya saling membantu dalam mengerjakannya. Sampai-sampai sang istri boleh menggunakan cara terbaik untuk itu, yaitu dengan memercikkan air ke wajah suaminya, demikian pula sebaliknya. [reportaseterkini.net]

:: Mengapa Sebaiknya Suami Tidak Boleh Membentak dan Kasar terhadap Istri…

Dear Ayah Bunda,

Sahabat, mungkin masih ada istri yang bernasib kurang baik, memiliki suami yang gemar membentak istri. Dengan berbagai sebab, bahkan yang sangat sepele sekalipun istri akan menjadi sasaran keberingasan suami, membentak, menghardik, dan bentuk ucapan yang kasar lainnya. Hampir semua istri pasti tidak suka dirinya dibentak, mengingat secara naluriah perangai istri adalah lembut, suka kelembutan dan suka mendapatkan kasih sayang halus sehalus sutera, bukan bentakan.

Bagaimana jadinya perasaan istri, jika memiliki suami yang suka membentak? bukan tidak mungkin, istri yang mendapatkan kata-kata yang kasar, keras, dan dengan nada tinggi akan merasa sakit bukan kepalang, tak hanya di hati namun mungkin ke seluruh kelenjar nadi yang mengalirkan darah ke sekujur tubuhnya.

Jika hal itu terjadi secara terus menerus, sakit hati istri akan berubah menjadi ilfil, kebencian, dendam, dan yang lebih menyedihkan yakni hilangnya rasa cinta dan sayang istri pada suami.

Sahabat, terkadang ada beberapa tabiat suami yang sangat baik terhadap rekan-rekannya yang sesama perempuan seperti istrinya, kata-katanya enak, halus, sopan sangat jauh dari kesan keras apalagi membentak, namun terhadap istri sendiri malah bertolak belakang. Kasar dan lebih ke intonasi yang tinggi penuh amarah. Hal ini sangat bertentangan dengan keteladanan yang Rasulullah Saw ajarkan:

“Sebaik-baik kalian, (adalah) yang terbaik bagi istrinya dan aku adalah orang yang terbaik di antara kalian terhadap istriku. (HR. Tirmidzi)

Islam adalah agama yang sangat memuliakan istri, sebagaimana Nabi melakukannya terhadap istri-istri beliau. Jika suami gemar membentak-bentak istri, tentu itu salah satu bukti suami jauh dari perilaku memuliakan istri, yang ada justru menginjak-injak harga diri dan perasaan si istri. Islam sangat tidak menyukai golongan suami yang demikian. Artinya suami tidak memahami ataupun jika telah paham namun justru mengingkarinya, dan lebih berkiblat pada nafsu amarahnya sendiri.

Sahabat, seorang istri mungkin jasa-jasanya tidak bernilai materi, namun beban berat istri mengandung anak, melahirkan, menyusui, merawat dengan penuh ketelatenan hingga anak-anaknya tumbuh besar dan dewasa, tidaklah bisa dikatakan hanya se-ujung kuku dan bisa dibayar dengan sekeranjang intan permata, bahkan segunung uang emas. Apalagi yang melahirkan hingga berkali-kali.

Selepas itu, tugas istri tidaklah hanya pada urusan anak, akan tetapi semua kebutuhan suami hingga seluruh urusan domestik rumah ia kerjakan, bahkan dengan dua tangan mampu mengerjakan rumah, merawat anak, meladeni suami, secara berbarengan.

Apakah kerja keras istri yang tak menghasilkan uang harus dibayar dengan bentakan? belum lagi jika istri memiliki usaha sampingan atau kerja kantoran, pasti waktunya banyak tersita tanpa mempedulikan kondisi dirinya sendiri. Oleh sebab itu, sahabat, sebagai suami yang bijak, peluklah istrimu, sayangilah dia, dan berkatalah yang lembut padanya, pilihlah kata-kata yang menyejukkan hatinya. Janganlah sekali-kali engkau (suami) membentaknya, apalagi berkali-kali, setiap hari, setiap saat, setiap waktu.

Membentak istri, akan mengalirkan air mata kepedihan di matanya, luka menganga di hatinya, dan remuk redam di seluruh tubuhnya. Berbuat baiklah kepada mereka ( istri) sebagaimana Rasulullah Saw mencontohkannya.

“Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik dari kalian sikapnya kepada keluarganya. Dan aku adalah yang terbaik dari kalian sikapnya kepada keluarga.” ( HR. Ibnu Hibban)

Semoga bermanfaat yaa.. 🙂
Please Like and Share!!!

Ayo Bagikan:

Comments

comments

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *